DiJITAC : Digital Journal of Information Technology and Communication https://journal.uinsi.ac.id/index.php/DiJITAC <p>DiJITAC : Digital Journal of Information Technology and Communication adalah jurnal sain dan teknologi Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda yang berisi hasil karya penelitian di bidang teknologi informasi dan komunikasi. Jurnal ini merupakan media bagi para peneliti dan pemerhati dalam pengembangan ilmu dibidang teknologi informasi dan komunikasi meliputi: Sistem Informasi, Jaringan Komputer, Keamanan Komputer, Multimedia, serta bidang kajian Teknologi Informasi dan Komunikasi lainnya. Jurnal DiJitac terbit dua kali dalam setahun.</p> Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda en-US DiJITAC : Digital Journal of Information Technology and Communication 2746-4792 ANALISIS PERSENTASE KOMPONEN ANGIN PADA LANDASAN PACU (RUNWAY) BANDARA YOGYAKARTA INTERNATIONAL AIRPORT TAHUN 2023 https://journal.uinsi.ac.id/index.php/DiJITAC/article/view/8842 <p>Dalam operasi penerbangan faktor arah dan kecepatan angin sangat diperlukan untuk memutuskan apakah pesawat akan diperbolehkan landing atau take-off. Hal ini berguna untuk keselamatan dalam perjalanan pesawat dan penumpang. Dalam operasi penerbangan harus diperhatikan angin silang (crosswind) juga menjadi faktor yang perlu diperhitungkan karena dapat mempengaruhi kemampuan pilot dalam mengarahkan pesawat ke landasan dengan tepat. Tailwind adalah angin yang berhembus dari arah belakang (ekor) pesawat dan akan mengurangi daya angkatnya, headwind adalah angin yang berhembus dari arah depan pesawat dan meningkatkan daya angkatnya. Dalam penelitian ini akan meneliti tentang headwind, tailwind, dan crosswind di bandara Yogyakarta International Airport . Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data angin permukaan selama 1 tahun yang diperoleh dari Stasiun Meterologi Yogyakarta pada tahun 2023. Bedasarkan penelitian didapatkan hasil bahwa data di Runway 11 persentase tertinggi headwind terdapat pada bulan Agustus (59.68 %), tailwind pada bulan November (51.39 %), right- crosswind pada bulan Januari (58.87 %), dan left-crosswind pada bulan Juli (60.89 %). Bedasarkan pengolahan data di Runway 29 persentase tertinggi headwind terdapat pada bulan November (53.75%), tailwind pada bulan Juni (53.61 %), right- crosswind pada bulan Februari (58.04%), dan left-crosswind pada bulan Desember (52.96%).&nbsp;</p> Atira Indiani Muhammad Yusuf Fathoni Yosafat Donni Haryanto ##submission.copyrightStatement## 2025-03-25 2025-03-25 1 10 10.21093/dijitac.v5i2.8842 ANALISIS HUBUNGAN PRECIPITABLE WATER HARIAN DENGAN FENOMENA OSCILLASI MADDEN-JULIAN (MJO) PADA SKALA INTRASEASONAL MENGGUNAKAN METODE EOF (2001-2021) https://journal.uinsi.ac.id/index.php/DiJITAC/article/view/9829 <h2><span style="font-weight: 400;">Penelitian ini menganalisis hubungan antara Precipitable Water (PW) harian dan fenomena Oscillasi Madden-Julian (MJO) pada skala intraseasonal menggunakan metode Empirical Orthogonal Function (EOF) selama periode 2001-2021. Data PW harian diperoleh dari Reanalysis Data dan difokuskan pada wilayah Indonesia, khususnya Sumatera. Metode EOF digunakan untuk mengidentifikasi pola dominan dalam distribusi spasial dan temporal PW, yang kemudian dikaitkan dengan fase-fase MJO. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai PW di wilayah ini sangat dipengaruhi oleh aktivitas MJO, terutama pada fase konvektif, yang meningkatkan potensi pembentukan awan dan curah hujan. Mode EOF pertama menggambarkan pola variabilitas dominan yang berkaitan erat dengan mekanisme atmosfer tropis. Distribusi PW bervariasi sesuai fase MJO, dengan nilai tertinggi pada musim hujan (Desember-Februari) dan terendah pada musim kemarau (Juni-Agustus). Penelitian ini memberikan wawasan penting tentang dinamika atmosfer di Indonesia, mendukung prakiraan cuaca yang lebih akurat, serta mitigasi dampak cuaca ekstrem.</span></h2> <div id="05A7D3A2_928A_4A1B_0A96_91620263F9A9">&nbsp;<span style="font-weight: 400;">This study examines the relationship between daily Precipitable Water (PW) and the Madden-Julian Oscillation (MJO) phenomenon on an intraseasonal scale using the Empirical Orthogonal Function (EOF) method for the period 2001-2021. Daily PW data were sourced from Reanalysis Data and focused on the Indonesian region, specifically Sumatra. The EOF method was employed to identify dominant patterns in the spatial and temporal distribution of PW, which were then correlated with MJO phases. Results indicate that PW values in this region are significantly influenced by MJO activity, especially during convective phases, which enhance cloud formation and precipitation potential. The first EOF mode highlights dominant variability patterns strongly associated with tropical atmospheric mechanisms. PW distribution varies across MJO phases, with the highest values during the wet season (December-February) and the lowest during the dry season (June-August). This study provides critical insights into atmospheric dynamics in Indonesia, supporting more accurate weather forecasts and extreme weather impact mitigation.Air terpresipitasi</span></div> Juan Idhar Jannata Aurelia Ira Stevi Manabung Dosso Ganimel Aditya Simanulang Muhammad Rakien Arroisi Yosik Norman ##submission.copyrightStatement## 2025-03-31 2025-03-31 11 20 10.21093/dijitac.v5i2.9829 ANALISIS PERBANDINGAN NILAI CURAH HUJAN PADA CITRA RADAR DAN OBSERVASI SAAT KEJADIAN HUJAN EKSTREM (STUDI KASUS KEJADIAN HUJAN EKSTREM DI PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA, 15 FEBRUARI 2023) https://journal.uinsi.ac.id/index.php/DiJITAC/article/view/8814 <p>Curah hujan ekstrem merupakan salah satu fenomena cuaca yang dapat menyebabkan dampak signifikan, seperti banjir, tanah longsor, dan kerusakan infrastruktur. Kota Yogyakarta, sebagai salah satu wilayah di Indonesia yang sering mengalami hujan ekstrem, memerlukan upaya mitigasi dan pemahaman mendalam mengenai pola dan intensitas hujan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis perbandingan nilai curah hujan pada data radar dan observasi saat kejadian hujan ekstrem 15 Februari 2023 di Yogyakarta. Untuk mengetahui perbandingan nilai curah hujan pada data radar dan observasi, dikumpulkan data dari radar BMKG dan observasi curah hujan dari stasiun meteorologi pada saat kejadian curah hujan ekstrem. Data yang didapatkan dianalisis menggunakan verifikasi dari data observasi dengan data radar. Data yang diverifikasi, dibuatkan perbandingan antara nilai curah hujan radar dan observasi. berdasarkan pengamatan observasi menunjukkan hujan yang terjadi hanya hujan ringan. Akan tetapi jika berdasarkan analisis data citra radar didapatkan bahwa curah hujan yang terjadi di wilayah Yogyakarta terdapat hujan ringan hingga hujan lebat. Berdasarkan pengukuran pada citra radar pada pukul 19.00 dan 19.30 UTC atau pukul 02.00 dan 02.30 WIB menunjukkan pelemahan aktivitas konvektif yang ditunjukkan dengan menurunnnya nilai reflektivitas. Perbandingan ini memungkinkan terjadinya perbedaan dikarenakan letak lokasi antara pusat terjadinya presipitasi dengan posisi pengukuran curah hujan tidak sama.Berdasarkan analisis yang telah dilakukan berdasarkan hasil penelitian saat kejadian hujan ekstrem yang dilaporkan oleh Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) terjadi pukul 02.00-02.30 WIB didapatkan bahwa nilai curah hujan menunjukkan hujan ringan berdasarkan observasi dan hujan ringan dan sedang. Hal ini menunjukkan adanya sedikit perbedaan antara hasil pengamatan dan juga citra radar. Akan tetapi, jika melihat nilai curah hujan yang terukur, kejadian hujan lebat terjadi pada tanggal 14 Feruari 2023. Hal ini mengindikasikan bahwa sebenarnya bencana yang terjadi kemungkinan terjadi karena akumulasi curah hujan tinggi yang terjadi sejak tanggal 14 Februari 2023.</p> alwan dzaky Erfa Khairunnisa ##submission.copyrightStatement## 2025-04-01 2025-04-01 21 28 10.21093/dijitac.v5i2.8814 STUDI KARAKTERISTIK SESAR BAWEAN (WILAYAH LAUT UTARA JAWA) MENGGUNAKAN ANALISIS TURUNAN DENGAN DATA GAYA BERAT https://journal.uinsi.ac.id/index.php/DiJITAC/article/view/9636 <p>Sesar Bawean merupakan salah satu sesar yang perlu diwaspadai karena terletak di utara Pulau Madura yang memiliki populasi hingga jutaan jiwa. Salah satu langkah mitigasi yang bisa dilakukan adalah pemetaan Sesar Bawean untuk dapat mengetahui karakteristik Sesar Bawean. Dalam penelitian ini, dilakukan pemetaan Sesar Bawean menggunakan analisis turunan dengan data gaya berat dari laman TOPEX yang berupa data FAA (<em>Free Air Anomaly</em>). Data tersebut kemudian diolah hingga mendapatkan nilai FHD (<em>First Horizontal Derivative</em>) untuk menentukan garis dugaan sesar dan SVD (<em>Second Vertical Derivative</em>) untuk menentukan mekanisme sesar. Langkah-langkah dalam mendapatkan nilai FHD (<em>First Horizontal Derivative</em>) dan SVD (<em>Second Vertical Derivative</em>) yaitu penentuan densitas rata-rata mengunakan metode Nettleton, pemisahan anomali regional dan residual dengan metode <em>moving average</em>, pengolahan anomali regional dengan analisis turunan hingga didapatkan peta FHD (<em>First Horizontal Derivative</em>) dan SVD (<em>Second Vertical Derivative</em>). Kemudian dilakukan sayatan pada garis dugaan sesar untuk dapat menentukan garis sesar dan mekanisme sesar secara pasti. Hasil yang didapatkan dari sayatan peta FHD (<em>First Horizontal Derivative</em>) dan SVD (<em>Second Vertical Derivative</em>) menunjukkan bahwa Sesar Bawean memiliki mekanisme berupa sesar naik. Namun, dengan mempertimbangkan dari berbagai sumber, dapat disimpulkan bahwa Sesar Bawean memiliki mekanisme berupa sesar <em>oblique </em>dengan pengaruh mekanisme sesar naik.</p> Shelya Trya Rinanda Muhammad Yusuf Fathoni Yosafat Donni Haryanto ##submission.copyrightStatement## 2026-05-04 2026-05-04 29 39 10.21093/dijitac.v5i2.9636