https://journal.uinsi.ac.id/index.php/Nubuwwah/issue/feedNubuwwah : Journal of Communication and Islamic Broadcasting2026-05-17T04:48:09+08:00Sri Ayu Rayhaniah, M.Sosjournalnubuwwah@uinsi.ac.idOpen Journal Systems<p><strong>Nubuwwah </strong>adalah jurnal karya ilmiah dalam bidang komunikasi dan penyiaran Islam yang diterbitkan oleh <strong>Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI)</strong>, Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD), UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda.</p> <p>Terbit <strong>2 kali dalam setahun</strong>, yaitu pada <strong>Februari</strong> dan <strong>Agustus. </strong></p>https://journal.uinsi.ac.id/index.php/Nubuwwah/article/view/11898A Flexing Religius di Media Sosial: Antara Kesalehan dan Eksistensi Diri2026-05-17T04:05:09+08:00Ahmad Suryadisuryadiahmad445@gmail.comMaryam Jamila Ariefmaryamjamilaa@farmasi.unmul.ac.idMaryam Jamila Ariefmaryamjamilaa@farmasi.unmul.ac.id<p><em>The phenomenon of flexingreligious flexing phenomenon on social media shows a change in the way the young Muslim generationexpress piety in the digital space. This research aims toanalyze the forms and motivations behind religious flexing as well as its implications for the meaning of self-authenticity.implications for the meaning of self-authenticity. By using a qualitativeapproach through discourse analysis of posts on Instagram and TikTok as well as interviews with young Muslim creators, it was found that religious expressions are ofteninterviews with young Muslim creators, it was found that religious expressions often functionas a form of personal da'wah and a social existence strategy.social existence strategy. While reinforcing a positive image of Islam, this phenomenon also raises thedilemma between sincerity and self-image. This study emphasizes the need fordigital communication ethics based on the values of sincerity and simplicity in displaying piety online.in displaying piety in cyberspace.</em></p>2026-02-27T00:00:00+08:00##submission.copyrightStatement##https://journal.uinsi.ac.id/index.php/Nubuwwah/article/view/10944Persepsi Mahasiswa terhadap Program Beranda Dakwah Spesial Ramadhan 20252026-05-17T04:05:09+08:00EDY FIRMANSYAHef26official@gmail.comWULAN DAMARYAMdamaryam.wd@gmail.comHAFIDZATUZ ZAKIYAHHafidzatuzzakiah0@gmail.comRISKAYANTI .riskayanti210903@gmail.com<p>This study aims to understand students’ perceptions of the “Beranda Dakwah Spesial Ramadhan 2025” program organized by UINSI TV, an initiative of FUAD students. This research employed a descriptive qualitative approach using semi-structured interviews with three students of the Islamic Communication and Broadcasting Study Program as key informants. Data were analyzed thematically through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings indicate that students had positive perceptions of the program. The preaching materials were considered relevant, concise, and suited to students’ needs. The speakers’ delivery was also viewed as clear, communicative, and easy to understand. The program positively impacted students’ consistency in worship, motivation to deepen religious knowledge, and spiritual awareness. This study confirms that digital da’wah programs adapted to the characteristics of young audiences are effective in strengthening students’ spiritual and intellectual development and should be sustainably implemented beyond the month of Ramadan.</p>2026-02-27T00:00:00+08:00##submission.copyrightStatement##https://journal.uinsi.ac.id/index.php/Nubuwwah/article/view/13126TABAYYUN SEBAGAI PRINSIP KOMUNIKASI ISLAM DALAM MENGHADAPI HOAKS2026-05-17T04:05:09+08:00Sahrini Agustinbilqisranau5@gmail.comNadia Qurota Aini23041310076@radenfatah.ac.idTri Wulandari23041310101@radenfatah.ac.idAbdur Razzaqabdurrazzaq_uin@radenfatah.ac.id<p>Perkembangan teknologi informasi di era digital membawa kemudahan dalam penyebaran informasi, namun juga meningkatkan maraknya hoaks yang dapat menimbulkan kesalahpahaman, konflik, dan perpecahan di masyarakat. Dalam perspektif Islam, terdapat prinsip <em>tabayyun</em> yang mengajarkan pentingnya memeriksa dan memastikan kebenaran suatu informasi sebelum menyebarkannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran tabayyun sebagai prinsip komunikasi Islam dalam menghadapi hoaks. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menganalisis berbagai sumber seperti Al-Qur’an, hadis, serta literatur ilmiah terkait komunikasi Islam dan fenomena hoaks. Hasil kajian menunjukkan bahwa tabayyun merupakan langkah penting dalam menjaga keakuratan informasi, membangun komunikasi yang sehat, serta mencegah penyebaran berita palsu. Penerapan prinsip ini tidak hanya relevan dalam kehidupan sehari-hari, tetapi juga sangat penting dalam penggunaan media sosial. Dengan demikian, tabayyun dapat menjadi solusi efektif dalam menghadapi hoaks serta membentuk masyarakat yang lebih bijak dan bertanggung jawab dalam menerima dan menyampaikan informasi</p>2026-02-27T00:00:00+08:00##submission.copyrightStatement##https://journal.uinsi.ac.id/index.php/Nubuwwah/article/view/10963OPTIMALISASI MEDIA DIGITAL DALAM DAKWAH ISLAM : STUDI KASUS KANAL YOUTUBE MAJELIS TAKLIM BAROKAH TARIM WA AHLIHA2026-05-17T04:13:37+08:00Achmad Maulanaachmadlana098@gmail.comMuhammad Zaini Ghonizainighoo@gmail.comMuhammad Faried Abdillahifariedabdillahi5@gmail.comMuhammad Ridwan Aminamingajah021@gmail.com<p>Perubahan era digital telah merevolusi cara berkomunikasi, menjadikan media sosial—terutama <em>YouTube</em>—sebagai sarana utama dalam penyebaran dakwah Islam modern. Studi ini menelusuri strategi komunikasi dakwah yang diterapkan oleh Ustadz Taufik Efansyah melalui kanal <em>YouTube</em> @Majelis Taklim Barokah Tarim wa Ahliha yang berbasis di Samarinda. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui analisis isi video serta wawancara semi-terstruktur, penelitian ini mengungkap metode dakwah adaptif yang dirancang untuk menjangkau khalayak umum. Hasil analisis memperlihatkan bahwa pendekatan tersebut mencakup penentuan tema yang relevan dengan karakteristik audiens, penggabungan antara metode dakwah tradisional dan teknologi digital, serta pemilihan bahasa yang hati-hati di ruang daring guna menghindari penyalahpahaman. Kendala utama yang diidentifikasi meliputi risiko penyuntingan video secara tidak utuh dan potensi misinformasi, yang menekankan urgensi peningkatan literasi digital baik bagi pendakwah maupun para pendengar. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan pentingnya sinergi lintas disiplin dan pemahaman menyeluruh terhadap karakteristik platform digital dalam mengoptimalkan peran media digital untuk dakwah.</p>2026-02-27T00:00:00+08:00##submission.copyrightStatement##https://journal.uinsi.ac.id/index.php/Nubuwwah/article/view/10947PERAN INSTAGRAM SEBAGAI SARANA DAKWAH DIGITAL (STUDI PADA REMAJA MASJID AL-HIKMAH SEGIRI)2026-05-17T04:15:04+08:00sinta kartika wardanisintawrdn18@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam peran Instagram sebagai sarana dakwah digital yang dimanfaatkan oleh Remaja Masjid Al-Hikmah Segiri di Kota Samarinda. Latar belakang penelitian ini berangkat dari fenomena meningkatnya penggunaan media sosial oleh generasi muda, khususnya Instagram, yang memiliki fitur interaktif dan visual yang sangat potensial untuk digunakan sebagai medium penyampaian pesan keagamaan. Dakwah yang dahulu disampaikan secara konvensional kini mulai bertransformasi ke arah digital seiring perkembangan teknologi informasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif terhadap kegiatan dakwah yang dilakukan oleh tim media dan anggota IRMA (Ikatan Remaja Masjid). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Instagram tidak hanya berperan sebagai media penyebaran informasi, tetapi juga sebagai ruang interaksi religius yang mampu meningkatkan keterlibatan dan partisipasi remaja dalam kegiatan dakwah masjid. Konten dakwah yang disebarluaskan oleh akun resmi masjid terdiri atas dokumentasi kegiatan, kutipan-kutipan islami, promosi kajian, hingga ajakan donasi sosial, yang disajikan secara menarik melalui desain visual, caption naratif, serta penggunaan fitur seperti story, reels, dan live streaming. Peran remaja sangat signifikan dalam pengelolaan media sosial ini, mulai dari perencanaan konten, pembuatan materi dakwah, hingga analisis interaksi audiens. Keaktifan mereka tidak hanya berdampak pada penyebaran nilai-nilai Islam, tetapi juga memperkuat regenerasi dan keberlanjutan organisasi masjid. Selain manfaatnya, penelitian ini juga mengidentifikasi tantangan yang dihadapi seperti keterbatasan sumber daya, kurangnya pelatihan desain konten, serta algoritma media sosial yang terkadang membatasi jangkauan pesan dakwah. Namun demikian, upaya IRMA dalam mengintegrasikan dakwah dengan media digital dapat dijadikan model pemberdayaan remaja masjid yang kreatif dan adaptif. Dakwah digital melalui Instagram terbukti efektif dalam membangun citra masjid sebagai lembaga keagamaan yang inklusif, komunikatif, dan relevan di era digital. Kesimpulannya, strategi dakwah berbasis media sosial merupakan alternatif yang menjanjikan dalam menyampaikan pesan keagamaan secara lebih luas dan sesuai dengan karakteristik generasi muda saat ini.</p> <p> </p>2026-02-27T00:00:00+08:00##submission.copyrightStatement##https://journal.uinsi.ac.id/index.php/Nubuwwah/article/view/11066PERAN KOMUNIKASI DAKWAH INTERPERSONAL DALAM PEMBINAAN MUALAF: STUDI PADA BINA MUALLAF ISLAMIC CENTER SAMARINDA2026-05-17T04:24:26+08:00Aghnia Ayu Umariaghniayumari@gmail.comWanda Iqwatul Qofifahwandaqofifah@gmail.comUmi Zahratun Sa’addahumizahratun@gmail.comAfrizal Nur Ipanafuan3110@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran komunikasi dakwah interpersonal dalam proses pembinaan mualaf di Bina Muallaf Islamic Center Samarinda. Komunikasi interpersonal menjadi sarana penting dalam menguatkan keimanan dan memberikan bimbingan kepada mualaf yang baru mengenal ajaran Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan yang diberikan meliputi aspek keimanan, ibadah, pengajaran membaca Iqro’, serta pembinaan ekonomi. Komunikasi interpersonal dilakukan secara persuasif dan edukatif oleh para pembina guna membentuk pemahaman dan praktik keislaman yang kuat pada mualaf. Hambatan yang dihadapi mencakup jarak, budaya sebelumnya, dan keterbatasan fasilitas. Namun demikian, peran komunikasi dakwah interpersonal terbukti efektif dalam proses pembinaan keagamaan dan sosial bagi para mualaf.</p>2026-02-27T00:00:00+08:00##submission.copyrightStatement##https://journal.uinsi.ac.id/index.php/Nubuwwah/article/view/11068Analisis Nilai-Nilai Dakwah dalam Program Kegiatan UKM JQH UINSI Samarinda2026-05-17T04:18:47+08:00Nabila Luthfiatunnisanabilaluthfi041@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis nilai-nilai dakwah yang terkandung dalam program kegiatan UKM Jam’iyyatul Qurra’ wal Huffazh (JQH) UINSI Samarinda. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode analisis isi, penelitian ini menggali makna simbolik, bahasa, serta gaya komunikasi nonverbal yang muncul dalam aktivitas dakwah. Sumber data diperoleh melalui observasi kegiatan, dokumentasi media sosial, dan wawancara mendalam dengan lima informan kunci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UKM JQH menerapkan dakwah secara integratif melalui tindakan nyata (bil hal), penyampaian verbal (bil qaul), dan media digital (bil kitabah). Keteladanan sikap, simbol visual, dan konten dakwah digital menjadi strategi utama dalam membentuk karakter religius mahasiswa. Praktik dakwah ini tidak hanya berdampak secara spiritual tetapi juga membangun budaya organisasi Islami yang kontekstual dan transformatif di lingkungan kampus.</p>2026-02-27T00:00:00+08:00##submission.copyrightStatement##https://journal.uinsi.ac.id/index.php/Nubuwwah/article/view/12333IMPLEMENTASI KOMUNIKASI CYBER DAKWAH DI KALANGAN GEN Z2026-05-17T04:48:09+08:00Nabila Salsabila23041310103@radenfatah.ac.idM Riza Rohmat Dinata23041310078@radenfatah.ac.idMgs Ahmad Nagib23041310100@radenfatah.ac.idRheynaldi Rheynaldi23041310081@radenfatah.ac.idMuhamad Afdoli Ramadoniafdoli_ramadoni@um-palembang.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana dakwah dijalankan di kalangan generasi Z dan seberapa efektif metode dakwah tersebut dalam membentuk pemahaman dan sikap keagamaan mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei kuisioner yang diberikan kepada 55% orang generasi Z berusia 15 hingga 24 tahun di area perkotaan khususnya di kota Palembang. Untuk mengumpulkan data, peneliti menggunakan kuesioner tertutup dan menganalisisnya dengan teknik statistik deskriptif serta korelasi sederhana. Temuan penelitian menunjukkan bahwa dakwah di kalangan Gen Z cukup efektif, terutama melalui media sosial seperti Instagram, TikTok, dan YouTube yang dinilai lebih menarik dan sesuai dengan gaya hidup mereka. Meski demikian, sebagian responden masih merasa konten dakwah kurang dalam dan terkesan hanya hiburan. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa dakwah di masa digital perlu menggabungkan pendekatan yang kreatif dan edukatif agar pesan keagamaan bisa diterima secara lebih baik oleh generasi Z.</p>2026-02-27T00:00:00+08:00##submission.copyrightStatement##