PELATIHAN DAN SOSIALISASI PEMELIHARAAN BIBIT MANGROVE SEBAGAI UPAYA KONSERVASI BERKELANJUTAN DESA SUNGSANG IV, SUMATRA SELATAN
DOI:
https://doi.org/10.21093/q1yasw62Keywords:
Arboretum mangrove, Biokonservasi, Ekosistem pesisir, Pengabdian masyarakat, Desa sungsang IVAbstract
Ekosistem mangrove memiliki peran ekologis yang strategis sebagai pelindung kawasan pesisir dari abrasi, penyerap dan penyimpan karbon biru, serta penopang produktivitas sumber daya perikanan. Namun, keberlanjutan fungsi tersebut kerap terkendala oleh terbatasnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam menerapkan teknik pembibitan dan pemeliharaan bibit mangrove yang tepat. Berdasarkan permasalahan tersebut, kegiatan pelatihan dan sosialisasi pemeliharaan bibit mangrove di Desa Sungsang IV, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, sebagai upaya nyata mendukung konservasi pesisir berkelanjutan sangat perlu dilakukan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai fungsi ekologis, ekonomi, dan sosial mangrove sekaligus membekali keterampilan praktis dalam pemilihan, penyemaian, dan perawatan bibit. Kegiatan dilaksanakan secara partisipatif dengan melibatkan masyarakat desa, kelompok nelayan, mahasiswa, dosen, dan perangkat desa, meliputi tahap sosialisasi, pelatihan teknis, demonstrasi lapangan, pendampingan, hingga evaluasi berbasis kuesioner pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme dan keterlibatan masyarakat yang tinggi dalam proses penanaman dan pengelolaan awal arboretum. Berdasarkan hasil evaluasi, rata-rata tingkat pemahaman peserta meningkat dari 38,4% sebelum kegiatan menjadi 92,2% setelah kegiatan, dengan peningkatan rata-rata sebesar 53,8%. Hasil ini menunjukkan bahwa metode pelatihan dan sosialisasi yang digunakan mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat secara signifikan. Peningkatan tertinggi ditemukan pada parameter pemahaman mengenai arboretum, yaitu sebesar 68,5%, diikuti oleh pemahaman manfaat arboretum sebesar 65,7% dan pemahaman langkah pelestarian bibit mangrove sebesar 60,0%. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan edukatif berbasis pelatihan dan sosialisasi efektif membangun kapasitas dan kesadaran masyarakat pesisir, sekaligus memperkuat komitmen kolektif dalam menjaga kelestarian ekosistem mangrove sebagai aset ekologis dan ekonomi jangka panjang bagi Desa Sungsang IV
References
Afifah, E. N., Murti, R. H., & Wahyudhi, A. (2021). Evaluation of a promising tomato line (Solanum lycopersicum) derived from mutation breeding. Biodiversitas Journal of Biological Diversity, 22(4). https://doi.org/10.13057/biodiv/d220432
Afifudin, A. F. M., Wulandari, A., & Irawanto, R. (2024). Pencemaran Logam Berat di Air, Sedimen, dan Organisme pada Beberapa Sungai di Pulau Jawa, Indonesia: Tinjauan Literatur. Environmental Pollution Journal, 4(1), 959–971. https://doi.org/10.58954/epj.v4i1.183
Giri, C., Ochieng, E., Tieszen, L. L., Zhu, Z., Singh, A., Loveland, T., Masek, J., & Duke, N. (2011). Status and distribution of mangrove forests of the world using earth observation satellite data. Global Ecology and Biogeography, 20(1), 154–159. https://doi.org/10.1111/j.1466-8238.2010.00584.x
Handayani, S., Adrianto, L., Bengen, D. G., Nurjaya, I. W., & Wardiatno, Y. (2020). Pemetaan Jasa Ekosistem Mangrove pada Wilayah Rehabilitasi di Pesisir Sayung, Kabupaten Demak. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, 25(4), 574–583. https://doi.org/10.18343/jipi.25.4.574
Hidayat, A., & Dessy, D. R. (2021). Deforestasi Ekosistem Mangrove Di Pulau Tanakeke, Sulawesi Selatan, Indonesia. Jurnal Ilmu Dan Teknologi Kelautan Tropis, 13(3), 441–456. https://doi.org/10.29244/jitkt.v13i3.38502
Husain, P., Ihsan, M. S., Kuswara, R. D., Ihwan, K., Risfianty, D. K., Sanuriza, I. Il, Alyaminy, I. H. A. Z., & Atika, B. N. D. (2025). Karbon Biru pada Ekosistem Mangrove : Dinamika, Kapasitas Penyimpanan, dan Implikasinya terhadap Mitigasi Perubahan Iklim. Biocaster : Jurnal Kajian Biologi, 5(4), 1112–1127. https://doi.org/10.36312/biocaster.v5i4.877
Konseptual, P., & Karminarsih, E. (2007). Pemanfaatan Ekosistem Mangrove bagi Minimasi Dampak Bencana di Wilayah Pesisir The Use of Ecosytem Mangrove in Minimalize Disaster Impact in Beach Area. In JMHT: XIII (Number 3).
Matatula, J.-. (2019). Keragaman Kondisi Salinitas Pada Lingkungan Tempat Tumbuh Mangrove di Teluk Kupang,NTT. Jurnal Ilmu Lingkungan, 17(3), 425. https://doi.org/10.14710/jil.17.3.425-434
Nugraha, L. A., Kusmana, C., & Hartoyo, A. P. P. (2024). The growth performance of Kandelia candel hypocotyl cuttings seedlings for mangrove rehabilitation in Indonesia. Biodiversitas, 25(8), 2683–2695. https://doi.org/10.13057/biodiv/d250841
Nugraha, Y. A., Sulistiono, Susanto, H. A., Simanjuntak, C. P., & Wildan, D. M. (2021). Mangrove ecosystem related to fisheries productivity in the coastal area of Karawang Regency, West Java, Indonesia. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 800(1), 012016. https://doi.org/10.1088/1755-1315/800/1/012016
Septinar, H., Panca Putri, Y., Midia, K. R., Bianto, B., Studi, P., Lingkungan, S., Sains, F., & Teknologi, D. (2023). Environmental Science Journal (ESJo): Jurnal Ilmu Lingkungan upaya pelestarian hutan mangrove melalui pembibitan di desa sungsang iv kabupaten banyuasin (Vol. 1, Number 2). http://journal.univpgri-palembang.ac.id/index.php/esjo
Walters, B. B., Rönnbäck, P., Kovacs, J. M., Crona, B., Hussain, S. A., Badola, R., Primavera, J. H., Barbier, E., & Dahdouh-Guebas, F. (2008). Ethnobiology, socio-economics and management of mangrove forests: A review. Aquatic Botany, 89(2), 220–236. https://doi.org/10.1016/j.aquabot.2008.02.009




