Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pemanfaatan Bunga Telang Sebagai Produk Unggulan Lokal di Desa Bandingan, Kec. Sigaluh, Kab. Banjarnegara
DOI:
https://doi.org/10.21093/9a8kjj06Keywords:
Community Empowerment, Clitoria Ternatea, Local Superior ProductAbstract
Abstract
This study discusses the empowerment of the Bandingan Village community through the utilization of butterfly pea flowers (Clitoria ternatea) as a local superior product. Butterfly pea was chosen because it is easy to cultivate in limited yard space and has high economic value when processed into herbal tea, syrup, natural food coloring, food products, and beauty products. The program applies the Asset Based Community Development (ABCD) method, which focuses on utilizing local assets such as natural resources, skills, and the spirit of mutual cooperation within the community. The results show that collective community action, supported by village officials and university students, successfully transformed butterfly pea from a mere ornamental plant into a new source of income and a village identity. However, challenges remain, including limited cultivation land and underdeveloped marketing strategies. Therefore, innovations such as vertical and polybag cultivation systems, along with strengthening marketing through branding, attractive packaging, and digital platforms, are necessary. Overall, this program has succeeded in increasing income, strengthening village identity, and creating opportunities for Bandingan Village to become an independent community with competitive products at regional and even national levels.
Keywords: Community Empowerment, Clitoria Ternatea, Local Superior Product
Abstrak
Penelitian ini membahas pemberdayaan masyarakat Desa Bandingan melalui pemanfaatan bunga telang (Clitoria ternatea) sebagai produk unggulan lokal. Bunga telang dipilih karena mudah dibudidayakan di pekarangan sempit dan memiliki nilai ekonomis tinggi setelah diolah menjadi teh herbal, sirup, pewarna alami, olahan pangan, hingga produk kecantikan. Program ini menggunakan metode Asset Based Community Development (ABCD) yang berfokus pada pemanfaatan aset lokal berupa sumber daya alam, keterampilan, dan semangat gotong royong masyarakat. Hasilnya menunjukkan bahwa gerakan kolektif warga, didukung perangkat desa dan mahasiswa KKN, mampu mengubah bunga telang dari sekadar tanaman hias menjadi sumber pendapatan baru sekaligus identitas desa. Kendati demikian, masih terdapat kendala berupa keterbatasan lahan dan strategi pemasaran yang belum optimal. Untuk itu, diperlukan inovasi budidaya dengan sistem vertikultur dan polybag, serta penguatan pemasaran melalui branding, kemasan menarik, dan platform digital. Secara keseluruhan, program ini berhasil meningkatkan pendapatan, memperkuat identitas desa, serta membuka peluang bagi Desa Bandingan untuk menjadi desa mandiri dengan produk yang berdaya saing hingga tingkat regional maupun nasional.
Keywords: Pemberdayaan Masyarakat, Bunga Telang, Produk Unggulan
References
Marpaung, A. M. (2020). Tinjauan Manfaat Bunga Telang (Clitoria Ternatea L.) bagi Kesehatan Manusia. Journal of Functional Food and Nutraceutical, 1(2), 63–85. https://doi.org/10.33555/jffn.v1i2.30
Subagyo, R. A., & Legowo, M. (2021). Modal Sosial Dalam Pemberdayaan Masyarakat di Desa Purwosari Kecamatan Purwosari Kabupaten Bojonegoro. Paradigma, 10(1), 35–44. http://blajakarta.kemenag.go.id/journal/index.php/penamas/article/view/518/218
Sutanto, M. A. (2022). Efektivitas Penjatuhan Hukuman Disiplin Pegawai Dalam Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan Yang Baik/Good Governance (Studi Kasus di Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Tengah). Universitas Islam Sultan Agung Semarang.
Utami, N., Puspitasari, D., Andriani, D., Nita, P., Budiyana, A. P., Andreas, A. C., Ardani, P., & Ernawati, E. (2022). Pemberdayaan Masyarakat Melalui Budidaya dan Pengolahan Bunga Telang (Clitoria Ternatea L.) menjadi Bahan Fungsional di Desa MenuraN, Sukoharjo. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 7(1), 47–55.
Yulianto, Fahmi, T., D. Meilinda, S., A. Hidayati, D., & Inayah, A. (2021). Pemetaan Potensi Desa Berbasis Asset Based Community Development di Desa Kotabatu, Pubian, Lampung Tengah. Bakti Budaya, 4(2), 161–172. https://doi.org/10.22146/bakti.2418






