Pelestarian Sejarah Lokal Melalui Pembuatan Tugu Sejarah dan Media Informasi di Kawasan Wisata Kutai Lama
DOI:
https://doi.org/10.21093/crs2h393Keywords:
Kutai Lama, tugu sejarah, media informasi, pelestarian budaya, wisata edukatifAbstract
Abstract
This community service program aims to support the preservation of local history in Kutai Lama through the creation of historical monuments and informative media. The program focused on three main initiatives: the construction of a historical monument at the Kutai Lama pier highlighting the traditional Penguluran Naga ritual, the installation of acrylic-based information boards at the tomb of Habib Tunggang Parangan, and the development of historical booklets in both printed and digital formats. A qualitative descriptive method was applied, with data collected through in-depth interviews with the Kutai Lama traditional leader and literature studies from regional library archives. The findings indicate that the monument serves as a cultural marker to preserve symbolic traditions, the acrylic boards convey religious-historical narratives, and the booklets expand public access to historical information. These outputs contribute to strengthening cultural identity, enhancing public historical awareness, and supporting the development of educational tourism in Kutai Lama. This study shows that integrating monuments and informative media can be an effective strategy for local cultural preservation.
Abstrak
Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mendukung pelestarian sejarah lokal di Kutai Lama melalui pembuatan tugu sejarah dan media informasi. Kegiatan difokuskan pada tiga hal utama: pembangunan tugu sejarah di dermaga Kutai Lama yang menampilkan tradisi Penguluran Naga, pemasangan media informasi berbahan akrilik di makam Habib Tunggang Parangan, serta penyusunan buklet sejarah dalam format cetak dan digital. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam bersama Ketua Adat Kutai Lama serta studi literatur di perpustakaan daerah. Hasil menunjukkan bahwa tugu berfungsi sebagai penanda budaya dan penguat identitas tradisi lokal, media akrilik menyajikan narasi religius-historis, dan buklet memperluas akses pengetahuan sejarah masyarakat. Luaran ini berkontribusi pada peningkatan kesadaran sejarah, penguatan identitas budaya, serta mendukung pengembangan wisata edukatif di Kutai Lama. Studi ini menegaskan bahwa integrasi tugu sejarah dan media informasi merupakan strategi efektif dalam pelestarian budaya lokal.
References
Astiti, Ni Komang Ayu. Pusat Kerajaan Kutai Kartanegara abad XIII-XVII dalam pembangunan pariwisata daerah. Edisi 1. Deepublish, 2019.
Hidayah, Nur, Noorthaibah Noorthaibah, and Nelvy Paulina Nur. “Strategi Manajemen Wisata Religi di Kalimantan Timur (Studi Kasus Makam Tunggang Parangan).†Mushawwir Jurnal Manajemen Dakwah Dan Filantropi Islam 1, no. 1 (2023): 1–19. https://doi.org/10.21093/mushawwir.v1i1.5996.
Koentjaraningrat. Kebudayaan, mentalitas dan pembangunan. Gramedia, 2000.
Lee, Bih Ni. “Media for History Learning In the Digital Era.†Spekta (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat : Teknologi Dan Aplikasi) 3, no. 2 (2022): 117–28. https://doi.org/10.12928/spekta.v3i2.6276.
Liu, Ying. “Evaluating Visitor Experience of Digital Interpretation and Presentation Technologies at Cultural Heritage Sites: A Case Study of the Old Town, Zuoying.†Built Heritage 4, no. 1 (2020): 14. https://doi.org/10.1186/s43238-020-00016-4.
Munawar, Fansuri, and Rini Handayani. The Influence of Tourist Experiencescape and Unique Perceptions on Destination Satisfaction and Loyalty: A Study of Natural and Cultural Tourism in Indonesia. 5, no. 2 (2023).
Natanael, Christian. Local Wisdom Preservation In DigitalI Age: A Bibliometric Analysis Of Trditional Knowledge Systems. n.d.
Rizky, Yusuf. “Musik Dewa-Dewa Dalam Upacara Erau Pelas Benua Di Guntung Kota Bontang Kalimantan Timur.†SELONDING 14, no. 14 (2019). https://doi.org/10.24821/selonding.v14i14.3132.
Sarip, Muhammad, and Nabila Nandini. “Islamisasi Kerajaan Kutai Kertanegara Abad Ke-16: Studi Historiografi Naskah Arab Melayu Salasilah Kutai.†Yupa: Historical Studies Journal 5, no. 1 (2021): 33–45. https://doi.org/10.30872/yupa.v5i1.573.
Trujillo-Torres, Juan Manuel, Inmaculada Aznar-DÃaz, MarÃa Pilar Cáceres-Reche, Trinidad Mentado-Labao, and Aleix Barrera-Corominas. “Intergenerational Learning and Its Impact on the Improvement of Educational Processes.†Education Sciences 13, no. 10 (2023): 1019. https://doi.org/10.3390/educsci13101019.
Wan Shamsuddin, Wan Iskandar Zulkarnain, Shahrul Yani Said, and Siti Norlizaiha Harun. “Interpretation Of Heritage Site: Visitors’ Satisfaction On The Interpretive Exhibits In Dataran Bandar.†Planning Malaysia 20 (September 2022). https://doi.org/10.21837/pm.v20i22.1132.
Zanella, Francesca, Giampiero Bosoni, Elisabetta Di Stefano, et al., eds. Multidisciplinary Aspects of Design: Objects, Processes, Experiences and Narratives. Vol. 37. Springer Series in Design and Innovation. Springer Nature Switzerland, 2024. https://doi.org/10.1007/978-3-031-49811-4.
Zhang, Yingxin, Deniz Ikiz Kaya, and Pieter Van Wesemael. “An Assessment Framework for Digital Participatory Practices Engaging Youth in Cultural Heritage Management.†Journal of Cultural Heritage 70 (November 2024): 408–21. https://doi.org/10.1016/j.culher.2024.10.014.






