Membangun Moderasi Beragama Melalui Istighasah Yasinan Dan Kajian Keislaman Pada Masyarakat Perumahan Bumi Sambutan Asri Samarinda

Authors

  • Khojir Khojir Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda
  • Agus Setiawan (Scopus ID: 57297561900) Universitas Islam Negeri Sultan Adji Muhammad Idris Samarinda http://orcid.org/0000-0002-8203-3070
  • Moh Nasrun Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda
  • Ana Rosidah Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda
  • Feronika Feronika Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda
  • Hamsir Hamsir Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda
  • Syahril Syahril Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

DOI:

https://doi.org/10.21093/tafani.v1i2.5003

Keywords:

Moderasi Beragama, Istighasah. Yasinan dan Kajian Keislaman

Abstract

Sikap beragama yang ekstrim dan radikal masih mewarnai dalam kehidupan beragama di Indonesia. Ekstrimisme dan radikalisme harus mendapat perhatian serius dari berbagai kalangan. Pengabdian ini berkontribusi menyelesaikan maraknya ekstrimisme dan radikalisme dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat di Perumahan Bumi Sambutan Asri dengan tema pokok moderasi beragama. Kegiatan yang dilaksanakan yaitu Istighasah dan Yasinan dan kajian keislaman. Pengabdian ini menggunakan metode Participatory Action Research (PAR), dalam waktu empat bulan, yaitu Januari sampai April 2022. Kesimpulan pengabdian ini bahwa Kegiatan Istighasah, Yasinan dan kajian keislaman dapat membangun sikap moderat, mempunyai kesadasaran kolekktif menghargai, toleran, seimbang dan menghargai kearifan lokal. Pengabdian ini masih perlu dilanjutkan untuk memperkuat pemahaman, sekap dan keterampilan dalam mengimplmentasikan moderasi beragama.

Downloads

Published

2022-09-26

Issue

Section

Articles

How to Cite

Membangun Moderasi Beragama Melalui Istighasah Yasinan Dan Kajian Keislaman Pada Masyarakat Perumahan Bumi Sambutan Asri Samarinda. (2022). TAFANI: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(2), 55-70. https://doi.org/10.21093/tafani.v1i2.5003