Tarbiyah Wa Ta'lim: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran
https://journal.uinsi.ac.id/index.php/Tarbiyawat
<p style="text-align: left;"><span style="font-family: verdana, geneva; font-size: small;"><strong>Tarbiyah Wa Ta'lim: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran</strong> <a href="http://u.lipi.go.id/1570179680" target="_blank" rel="noopener">(Online ISSN: 2714-8483; Print ISSN: 2355-1003)</a> is an is an Education and Learning Journal published by Faculty of Education and Teacher Training of UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda, Indonesia. It is a peer-reviewed open access journal in the fields of Islamic Education, Islamic Education Management, Education in Pesatren and Madrasah, and Arabic Education. </span>The journal is published three times a year in March, July, and November. It was firstly published in 2018. <strong>Tarbiyah Wa Ta'lim: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran </strong>is indexed by several national and international indexers such as the Directory of Open Access Journals (DOAJ), Google Scholar, Indonesian Publication Index (IPI), Science & Technology Index (SINTA), MORAREF, etc. Fenomena Jurnal Penelitian is a Member of Crossref.org; all published articles in this journal will have a unique DOI number. The journal is a Member of Crossref.org; all published articles in this journal will have a unique DOI number.</p>UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarindaen-USTarbiyah Wa Ta'lim: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran2355-1003The Implementation of Affective Assessment in Islamic Religious Education at Elementary Schools: Between Concept, Practice, and Challenges
https://journal.uinsi.ac.id/index.php/Tarbiyawat/article/view/11904
<p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Evaluasi pembelajaran pada ranah afektif memiliki peran penting dalam mendukung pembentukan karakter siswa sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi implementasi asesmen afektif dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di salah satu SDN di Kota Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Data dianalisis melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memahami asesmen afektif sebagai penilaian terhadap sikap, keterlibatan, dan perilaku siswa, namun praktik dokumentasi masih terbatas dan lebih banyak dilakukan secara lisan. Perencanaan dan strategi asesmen bervariasi dengan menggabungkan teknik tradisional, keteladanan, serta rutinitas religius, tetapi penggunaan instrumen formal belum konsisten. Oleh karena itu, penelitian ini menawarkan rancangan sederhana instrumen asesmen afektif yang adaptif untuk sekolah dasar. Temuan ini menegaskan perlunya penguatan kapasitas guru, konsistensi penggunaan instrumen, serta dukungan kebijakan agar asesmen afektif dapat berfungsi optimal dalam pembinaan karakter siswa. </p> <p><strong>Kata kunci:</strong> Asesmen, Afektif, PAI, Evaluasi.</p> <p><em> </em></p> <p><strong>Abstract</strong></p> <p><em>The evaluation of learning in the affective domain plays a crucial role in supporting the character formation of elementary school students. This study aims to explore the implementation of affective assessment in Islamic Religious Education (IRE) learning at a public elementary school in Bandung. The research employed a qualitative approach with a case study design through interviews, observations, and document analysis. Data were analyzed through the stages of reduction, presentation, and conclusion drawing. The findings indicate that teachers understand affective assessment as an evaluation of students’ attitudes, engagement, and behavior; however, documentation practices remain limited and are predominantly conducted orally. Planning and assessment strategies vary, combining traditional techniques, role modeling, and religious routines, yet the use of formal instruments has not been consistent. Therefore, this study proposes a simple and adaptive affective assessment instrument for elementary schools. These findings underscore the need to strengthen teacher capacity, ensure consistent use of instruments, and provide policy support so that affective assessment can function optimally in fostering students’ character development.</em></p> <p><strong><em>Keywords: </em></strong><em>Assessment, Affective, Islamic Religious Education (IRE), Evaluation.</em></p>Ananda IndrianiSaepul AnwarNurti Budiyanti
##submission.copyrightStatement##
2025-12-222025-12-2212328930510.21093/twt.v12i3.11904Integration of Local Wisdom Values in Character Education: A Comparative Study between Indonesia and Malaysia
https://journal.uinsi.ac.id/index.php/Tarbiyawat/article/view/11611
<p><em>Character education has become a strategic focus in shaping the quality of young generations in Indonesia and Malaysia, particularly amid the challenges of globalization, urbanization, and Western cultural influences that erode moral values and cultural identity. This study aims to identify models and practices for integrating local wisdom into character education, as well as to analyze the similarities, differences, and contributions of these practices to the development of students’ character in both countries. The research employed a Systematic Literature Review (SLR) with a meta-synthesis approach to examine, evaluate, and synthesize qualitative research findings from accredited national and international journals (2019–2025). Fifteen articles met the final inclusion criteria (11 from Indonesia, 4 from Malaysia). The results indicate that: (1) In Indonesia, the integration of local wisdom values is implemented through curriculum, thematic learning, extracurricular activities, and habitual practices in daily life, whereas in Malaysia, integration occurs through specialized curricula, culturally-based instruction, and community education. (2) Similarities between the two countries lie in the role of local wisdom in strengthening moral, social, and religious character, while differences are found in cultural scope, curriculum focus, and language roles. (3) Integrating local wisdom significantly reinforces character education, fosters moral and social values, and preserves students’ cultural identity according to the national context of each country.</em></p>Khojir KhojirKamarul Azmi JazmiRosita RositaSudadi SudadiAgus SetiawanMuhammad Zuhair Zainal
##submission.copyrightStatement##
2025-12-252025-12-2512330732210.21093/twt.v12i3.11611Multisensory Learning with Multimedia Tutorials: A Quantitative Study in Pekanbaru Special School
https://journal.uinsi.ac.id/index.php/Tarbiyawat/article/view/11975
<p>Abstrak</p> <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya pemanfaatan teknologi pembelajaran interaktif di sekolah luar biasa, pembelajaran belum mengintegrasikan media berbasis multimedia tutorial yang dapat mendukung pendekatan multisensori. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan implementasi pembelajaran akademik multisensori bagi anak berkebutuhan khusus di SLB Negeri Pembina Pekanbaru serta menganalisis respon siswa dan guru terhadap penerapan pembelajaran multisensori berbasis multimedia tutorial. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, melibatkan sampel sebanyak 10 siswa dan 5 guru dari populasi 310 siswa dan 71 guru, menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket yang berisi 10 butir pernyataan untuk siswa dan 10 butsir pernyataan untuk guru, dengan skala likert lima tingkat. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan perhitungan rata-rata (mean) dan persentase untuk menginterpretasikan tingkat respon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa respon siswa berada pada kategori “sangat baik” dengan rata-rata skor 4,27. Sementara itu, respon guru juga berada pada kategori “sangat baik” dengan rata-rata skor 4,52. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan multimedia tutorial mampu meningkatkan minat, perhatian, dan pemahaman siswa dalam belajar, serta membantu guru dalam menyampaikan materi dengan cara yang lebih menarik dan efektif. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa penerapan multimedia tutorial sebagai media dalam pembelajaran multisensori memiliki potensi besar untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran bagi anak berkebutuhan khusus.</p> <p>Kata kunci: Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), Multimedia Tutorial, Multisensory, Pembelajaran.</p> <p>Abstract</p> <p><em>This study was motivated by the limited use of interactive learning technology in special schools, where a multisensory approach supported by multimedia tutorial-based media has not yet been integrated into learning. This study aimed to evaluate multisensory academic learning for children with special needs at SLBN Pembina Pekanbaru, as well as the responses of students and teachers to this approach based on multimedia tutorials. A quantitative research method was employed, involving a sample of ten students and five teachers from a population of three hundred and ten students and seventy-one teachers, using purposive sampling technique. Data were collected using questionnaires containing ten statements for students and ten statements for teachers, each on a five-point Likert scale. The data were analyzed descriptively using mean calculations and percentages to interpret the response levels. The results indicate that the students' responses were in the "very good" category, averaging 4.27. The teachers' responses were also in the "very good" category, with an average score of 4.52.</em> <em>This indicate that multimedia tutorials can increase students' interest, attention, and understanding of the material, while helping teachers deliver it in a more interesting and effective way, have great potential to improve the effectiveness of multisensory learning for children with special need</em><em>s.</em></p> <p><em>Keywords: </em><em>Children with Special Needs, Learning, Multimedia Tutorial, Multisensory</em></p>Elvira AsrilSyahtriatna SyahtriatnaSri WahyuniLelly Zuyana Asril
##submission.copyrightStatement##
2026-01-022026-01-0212332333410.21093/twt.v12i3.11975Lecturers’ Perceptions of Artificial Intelligence Use in Higher Education: A Comparative Study of Indonesia and Malaysia
https://journal.uinsi.ac.id/index.php/Tarbiyawat/article/view/12041
<p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Integrasi kecerdasan buatan (AI) semakin memengaruhi praktik pembelajaran di pendidikan tinggi, baik dalam efektivitas pedagogis maupun dinamika interaksi akademik. Penelitian ini menganalisis bagaimana dosen di Indonesia dan Malaysia memaknai serta mempraktikkan penggunaan AI, sekaligus mengidentifikasi faktor yang membentuk persamaan dan perbedaannya. Pendekatan kualitatif dengan desain <em>comparative case study</em> digunakan, melibatkan 30 dosen melalui survei naratif dan wawancara semi-terstruktur. Data dianalisis menggunakan <em>Interpretative Phenomenological Analysis</em> (IPA) dan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI dipandang sebagai alat yang meningkatkan efisiensi kerja akademik dan mendukung pengembangan materi pembelajaran. Namun, muncul kekhawatiran mengenai ketergantungan mahasiswa, penurunan kemampuan berpikir kritis, serta akurasi keluaran AI. Perbedaan antarnegara terlihat pada kedalaman integrasi: dosen Malaysia cenderung lebih intensif memanfaatkan AI dalam aktivitas pembelajaran, sedangkan dosen Indonesia lebih berhati-hati dan menekankan verifikasi manual. Faktor kebijakan institusional, literasi digital, dan budaya akademik turut membentuk variasi tersebut. Temuan ini menegaskan pentingnya kebijakan penggunaan AI yang jelas serta penguatan literasi etis bagi dosen dan mahasiswa. </p> <p><strong>Kata kunci: </strong>analisis fenomenologi interpretatif (IPA), dosen, kecerdasan buatan, pendidikan tinggi</p> <p><strong>Abstract</strong></p> <p><em>The integration of artificial intelligence (AI) is increasingly influencing learning practices in higher education, both in pedagogical effectiveness and in the dynamics of academic interaction. This study analyzes how lecturers in Indonesia and Malaysia interpret and practice the use of AI while identifying factors that form similarities and differences. A qualitative approach with a comparative case study design was used, involving 30 lecturers through narrative surveys and semi-structured interviews. The data were analyzed using Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) and thematic analysis. The results show that AI is considered a tool that improves the efficiency of academic work and supports the development of learning materials. However, there are concerns about student dependency, decreased critical thinking skills, and the accuracy of AI output. Differences between countries can be seen in the depth of integration: Malaysian lecturers tend to use AI more intensively in learning activities, while Indonesian lecturers are more cautious and emphasize manual verification. Institutional policy factors, digital literacy, and academic culture also influence these variations. The findings emphasize the value of developing clear AI policies and strengthening ethical literacy for faculty and students.</em></p> <p style="text-align: justify;"><strong><em>Keywords: </em></strong><em>artificial intelligence, higher education, Interpretative Phenomenological Analysis (IPA)</em></p>Azizah Hanum OKJunaidi ArsyadYusnaili BudiantiRusydi AnandaSyahirah Abdul ShukorMohd Anuar Ramli
##submission.copyrightStatement##
2026-01-062026-01-0612333534810.21093/twt.v12i3.12041HeRoBo: A Robotics Game Concept Using Recycled Materials to Develop Early Childhood Awareness
https://journal.uinsi.ac.id/index.php/Tarbiyawat/article/view/11972
<p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Perkembangan teknologi dan kesadaran lingkungan sejak usia dini menjadi isu penting dalam pendidikan anak usia dini (PAUD). Namun, ketersediaan media pembelajaran robotika yang aman, ekonomis, dan ramah lingkungan di PAUD masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengembangkan prototipe permainan robotika berbahan daur ulang, yang disebut HeRoBo (<em>Heritage Recycle Robot</em>), untuk membangun kepekaan anak terhadap teknologi dan lingkungan. Metode penelitian menggunakan pendekatan <em>Research and Development (R&D)</em> melalui tahapan analisis kebutuhan, perancangan prototipe, uji coba awal, revisi, dan evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prototipe HeRoBo dapat dirakit oleh anak dengan bantuan minimal serta mampu mendorong kreativitas, kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan kesadaran ekologis. Anak menunjukkan kemampuan mengenali dan memilih bahan daur ulang, membedakan material organik dan nonorganik, serta mengeksplorasi berbagai konfigurasi robot secara kreatif. Interaksi langsung dengan prototipe memberikan pengalaman belajar yang konkret, interaktif, dan aplikatif sesuai prinsip STEM <em>Education for Young Learners</em> untuk pembelajar usia dini. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa HeRoBo berpotensi menjadi alternatif media pembelajaran inovatif berbasis STEM yang berkelanjutan, berbiaya rendah, dan mudah diimplementasikan di PAUD, sekaligus mendukung penguatan pendidikan lingkungan dan literasi teknologi sejak usia dini. Kesimpulannya, HeRoBo efektif mengintegrasikan teknologi, kreativitas, dan pendidikan lingkungan secara holistik dalam pembelajaran anak usia dini.</p> <p><strong>Kata kunci: </strong>Anak Usia Dini<strong>, </strong>Bahan Daur Ulang, HeRoBo, Robotika</p> <p><strong>Abstract</strong></p> <p><em>The development of technology and environmental awareness from an early age are important issues in early childhood education (PAUD). However, the availability of safe, economical, and environmentally friendly robotics learning media in PAUD is still limited. This study aims to develop a prototype of a robotics game made from recycled materials, called HeRoBo (Heritage Recycle Robot), to build children's sensitivity to technology and the environment. The research method uses a Research and Development (R&D) approach through the stages of needs analysis, prototype design, initial trials, revisions, and evaluation. The results show that the HeRoBo prototype can be assembled by children with minimal assistance and is able to encourage creativity, critical thinking skills, problem solving, and ecological awareness. Children demonstrated the ability to recognize and select recycled materials, differentiate organic and non-organic materials, and creatively explore various robot configurations. Direct interaction with the prototype provides a concrete, interactive, and applicable learning experience according to STEM Education for Young Learners principles for early learners. The implications of this research indicate that HeRoBo has the potential to be an alternative, innovative, STEM-based learning medium that is sustainable, low-cost, and easy to implement in early childhood education, while also supporting the strengthening of environmental education and technological literacy from an early age. In conclusion, HeRoBo effectively integrates technology, creativity, and environmental education holistically into early childhood learning.</em></p> <p><strong><em>Keywords: </em></strong><em>Early Childhood, HeRoBo, Recycled Materials, Robotics</em></p>Nurtina Irsad RusdianiRhesma Intan VidyastariSulton Sulton
##submission.copyrightStatement##
2026-01-062026-01-0612334936210.21093/twt.v12i3.11972Analysis of The Objectives of Tarbiyah Al-Jismiyah According to Abdul Hamid Al-Zintani in The Book of Usus At-Tarbiyah Al-Islamiyah
https://journal.uinsi.ac.id/index.php/Tarbiyawat/article/view/12048
<p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Tarbiyah merupakan keniscayaan yang harus dilakukan oleh pendidik, meliputi Tarbiyah Jismiyah, Tarbiyah Ruhiyah, Tarbiyah Aqliyah, Tarbiyah Khuluqiyah, Tarbiyah Wujdaniyah, dan Tarbiyah Ijtima’iyah. Artikel ini akan menjelaskan At-Tarbiyah Al-jismiyah dalam proses pendidikan. Metode penelitian untuk menjelaskan pentingnya At-Tarbiyah Al-Jismiyah dalam artikel ini menggunakan penelitian kepustakaan atau library research. Sumber data utama yaitu kitab Usus At-Tarbiyah Al-Islamiyah fi as-Sunnah an-Nabawiyah karya Abdul Hamid Al-Shayid Al-Zintani. Dengan menggunakan analisis konten ditemukan bahwa tujuan At-Tarbiyah Al-Jismiyah Menurut Abdul Hamid Al-Zintani dalam kitab Usus At-Tarbiyah Al-Islamiyah fi as-Sunnah an-Nabawiyah ditemukan empat tujuan dari At-Tarbiyah Al-jismiyah, yaitu: (1) mengembangkan kesadaran akan pola makan sehat, (2) mendorong perhatian pada kebersihan individu dan lingkungan, (3) menyerukan perhatian pada kebugaran jasmani dan istirahat yang cukup, dan (4) menggunakan kekuatan dan kemampuan jasmani di jalan yang halal dan diridhoi Allah. Temuan ini diharapkan dapat menunjukkan pentingnya konsep At-Tarbiyah Al-Jismiyah menurut Al-Zintani dan dijadikan landasan konseptual bagi pendidik dalam mengintegrasikan pendidikan jasmani dalam kurikulum pendidikan Islam. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan agar tujuan At-Tarbiyah Al-Jismiyah diintegrasikan secara sistematis dalam kurikulum dan praktik pembelajaran pendidikan Islam guna mendukung pembentukan peserta didik yang sehat, cerdas, dan berakhlak.</p> <p><strong>Kata kunci: </strong><em>Al-Zintani, At-Tarbiyah Al-jismiyah, Tarbiyah Jismiyah</em></p> <p><strong>Abstract</strong></p> <p><em>Tarbiyah is a necessity that must be carried out by educators, encompassing three main aspects: </em><em>Tarbiyah Jismiyah, Tarbiyah Ruhiyah, Tarbiyah Aqliyah, Tarbiyah Khuluqiyah, Tarbiyah Wujdaniyah, and Tarbiyah Ijtima’iyah</em><em>. This article focuses on explaining At-Tarbiyah Al-Jismiyah within the educational process. The research method used to elaborate on the importance of At-Tarbiyah Al-Jismiyah is library research. The primary data source is the book Usus At-Tarbiyah Al-Islamiyah fi as-Sunnah an-Nabawiyah written by Abdul Hamid Al-Shayid Al-Zintani. Using content analysis, it was found that the objectives of At-Tarbiyah Al-Jismiyah according to Abdul Hamid Al-Zintani in the mentioned book consist of </em><em>four</em><em> main goals: (1) developing awareness of healthy eating habits, (2) encouraging attention to personal and environmental cleanliness</em><em>, </em><em>(3) promoting concern for physical fitness and adequate rest</em>, and (4) using physical strength and abilities <em>in a halal and Allah praised way. This study is expected to demonstrate the importance of Al-Zintani’s concept of At-Tarbiyah Al-Jismiyah and to serve as a conceptual foundation for educators in integrating physical education into the Islamic education curriculum. Therefore, this study recommends that the objectives of At-Tarbiyah Al-Jismiyah be systematically integrated into the curriculum and instructional practices of Islamic education to support the development of students who are healthy, intellectually capable, and possess good moral character.</em></p> <p><strong><em>Keywords: </em></strong><em>Al-Zintani, At-Tarbiyah Al-jismiyah, Tarbiyah Jismiyah</em></p>Avrizal Akhmad SetiawanBasuki Basuki
##submission.copyrightStatement##
2026-01-062026-01-0612336337010.21093/twt.v12i3.12048