Konsep Fana' menurut Abu ”˜Abdullah Al-Aná¹£ÄrÄ« Al-Harawi
DOI:
https://doi.org/10.21093/el-buhuth.v4i1.3538Keywords:
FanÄ’, al-Harawi, Tasawuf, Maqam.Abstract
Artikel ini berupaya menjelaskan konsep fanÄ’ dalam pandangan Abu `Abdullah al-Ansari al-Harawi, seorang tokoh sufi bermadzhab Hanbali dari Herat. Beliau adalah seorang ulama yang sangat keras menentang bid”˜ah, namun beliau juga dikenal sebagai seorang sufi yang taat dan terkenal kebijaksanaannya. Pada awal kemunculannya, bahkan sampai saat ini, konsep fanÄ’ dinilai sebagai ajaran yang menyesatkan yang membuat seorang muslim bisa meninggalkan Syari”˜at dengan dalih pencapaian fanÄ’. Untuk itu, peneliti mencoba menganalisis konsep fanÄ’ melalui kajian literatur tasawuf, kitab ManÄzil al-SÄirÄ«n karya al-Harawi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif analitik yang akan digunakan untuk menguraikan teori dan konsep, serta mengujinya dengan data yang telah dikumpulkan oleh peneliti. Pengumpulan data dilakukan dengan merujuk kepada berbagai literatur tokoh tasawuf yang membahas tentang fanÄ’ untuk dapat mengambil kesimpulan. Kajian ini mendapati bahwa konsep fanÄ’ dalam pandangan al-Harawi lebih dapat diterima dan relevan untuk dijadikan pedoman pada saat ini. Dalam hal ini, al-Harawi telah meletakkan dasar-dasar ontologis, epistemologis, dan aksiologis fana’ dalam tradisi intelektual dan spirituali Islam. Usaha yang telah dirintis ini dapat memudahkan generasi berikutnya dalam memahami dan menjalani tahapan spritual untuk mencapai fana’ serta berdampak positif pada peningkatan dan penguatan keimanan dan keyakinan terhadap Syariat Ilahi.
References
Atjeh, Aboebakar, Pengantar sejarah sufi dan tasauf, (Bandung: Pustaka Aman Press, 1977).
BasyÅ«nÄ«, IbrÄhÄ«m, Nasy’at Taá¹£awwuf al-IslÄmÄ«, (Mesir: DÄr al-Ma ‘Ärif, 1969).
Dalmeri, Dalmeri, “MENGGUGAT PERSATUAN ROH MANUSIA DENGAN TUHAN: DEKONSTRUKSI TERHADAP PAHAM ITTIHAD DALAM FILSAFAT ABU YAZID AL-BUSTAMIâ€, Madania: Jurnal Kajian Keislaman, vol. 20, no. 2. 2016.
Hamka, Tasawuf: Perkembangan dan Pemurniannya, (Jakarta: Pustaka Panjimas, 1984).
Al-HarawÄ«, ‘Abdullah al-Aná¹£Äri. KitÄb ManÄzil al-SÄirÄ«n, (Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 1988)
Al-JawzÄ«yah, Muḥammad Ibnu AbÄ« Bakr Ibnu Qayyim. MadÄrij al-SÄlikÄ«n bayna ManÄzil IyyÄka na‘budu wa IyyÄka nasta‘īn, (Beirut: Dar al-Kutub al-’IImiyyah, 1972). https://books.google.co.id/books?id=HZt5swEACAAJ.
Al-Junaid, Imam Abu Qasim, Rasail al-Junaid, Ed. Ali Hasan Abdul Qadir, (t.k.: t.p., 1988)
Al-Jurjani, Rujuk. al-Ta ‘rifat, 1/256, (Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 1983).
Al-LakhmÄ«, AbÄ« Muhammad ‘Abd al-Mu‘thÄ«, Syarḥ ManÄzil al-SÄirÄ«n, (Kairo: al-Ma‘had al-‘IlmÄ« al-FaransÄ« li al-Ä€tsÄri al-Syarqiyyah, 1954).
MahmÅ«d, ‘Abd al-QÄdir, al-Falsafah al-Ṣūfiyyah fi al-IslÄm: Maá¹£ÄdiruhÄ wa NaẓariyyÄtuhÄ wa MakÄnuhÄ min al-DÄ«n wa al-ḤayÄh, (Kairo: DÄr al-Fikr al-‘ArabÄ«, 1966).
Mulkhan, Abdul Munir, Ajaran dan Jalan Kematian Syekh Siti Jenar, (Yogyakarta: Kreasi Wacana, 2001).
____, Makrifat burung surga dan ilmu kasampurnan Syekh Siti Jenar, (Yogyakarta: Kreasi Wacana, 2002).
Nasution, Harun, Filsafat dan Mistisisme dalam Islam, (Jakarta: Bulan Bintang, 2008).
Noor, Juliansyah, Metodologi Penelitian: Skripsi, Tesis, Disertasi & Karya Ilmiah, (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2017).
Qal’aji, Muhammad Rowas, Mu ‘jam Lughatul Fuqahaʼ, (t.k.: t.p., t.t.)
Al-QÄsyÄnÄ«, KamÄl al-DÄ«n ‘Abd al-RazzÄq. Syarḥ ManÄzil al-SÄirÄ«n li AbÄ« IsmÄ‘īl ‘Abdullah al-Aná¹£arÄ«, (Lebanon: Muassasah al-TÄrÄ«kh al-‘ArabÄ«, t.t.).
Al-Qusyairi, Al-Naisabury. al-Risalah al-Qusyayriyyah Fi al-Tasawufâ€, (Mesir: Dar al-Khair, t.t.).
Al-RahmÄn Baá¸awÄ«, ’Abd. SyathahÄt al-ṣūfiyyah, (Kairo: Maktabah al-Nahá¸ah al-Miá¹£riyyah, 1949).
Riyadi, Abdul Kadir, “Jalan Baru Tasawuf: Kajian tentang Gagasan Abu Bakr al-Kalabaziâ€, TSAQAFAH, . vol. 11, no. 1. 2015.
Suhaimi, Wan and Wan Abdullah “KONSEP MANAZIL SUFI ’ABDULLAH AL-ANSARI AL-HERAWl DALAM KITAB MANAZIL AL-SA’IRINâ€, Usuluddin, 2002.
Sulman, “ABU YAZID AL-BUSTAMI (Riwayat Hidup dan Konsep Ajarannya)â€, Jurnal Ushuluddin Adab dan Dakwah, vol. 2, no. 2. 2019.
Suwendra, Wayan, Metodologi Penelitian Kualitatif dalam Ilmu Sosial, Pendidikan, Kebudayaan dan Keagamaan, (t.k.: Nilacakra, 2018).
Al-Taftazani, Abu al-Wafa al-Ghunaimi, Sufi dari Zaman ke Zaman, penerjemah Ahmad Rofi’ Usmani, (Bandung: Pustaka, 1985).
Taymiyyah, TaqÄ« ad-DÄ«n Aḥmad Ibnu ’Abd al-Halim Ibnu ’Abd al-Salam Ibnu ’AbdullÄh Ibnu. MinhÄj al-Sunnah al-Nabawiyyah, (Damaskus: DÄr al-HadÄ«ts, t.t.).
Al-TilmasÄnÄ«, ‘AfÄ«f al-DÄ«n SulaymÄn Ibnu ‘AlÄ«, Syarḥ ManÄzil al-SÄirÄ«n ila al-Ḥaqq al-MubÄ«n li AbÄ« IsmÄ‘īl ‘Abdullah al-HarawÄ«, (t.k.: DÄr al-TurkÄ« li al-Nasyr, 1989).
Al-ṬūsÄ«, AbÅ« NÄá¹£ir al-SarrÄj, al-Luma’, (Kairo: DÄr al-Kutub al-Ḥadīṡ bi Miá¹£r wa Maktabah al-MaṡnÄ bi BaghdÄd, 1960).
Wehr, Hans, Arabic-English Dictionary: The Hans Wehr Dictionary of Modern Written Arabic, vol. 1, no. 2, (Urbana: Spoken Language Services,1994)
Zahri, Mustafa. tt, Kunci Memahami Ilmu Tasawuf, (Surabaya: PT. Bina Ilmu, t.t.).


