Menggali Nilai Kearifan Lokal Ngawuwuh sebagai Sumber Belajar di Sekolah Dasar

Authors

  • zyahra rosmananda Universitas Garut, Indonesia
  • Ani Siti Anisah, Universitas Garut, Indonesia
  • Rudi Akmal Universitas Garut, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.21093/bjpe.v6i3.14297

Keywords:

kearifan lokal, Ngawuwuh, etnografi, sumber belajar, sekolah dasar.

Abstract

Tradisi lokal berpotensi menjadi sumber belajar yang menghubungkan pembelajaran sekolah dasar dengan kehidupan sosial dan budaya masyarakat. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan Tradisi Ngawuwuh, mengidentifikasi nilai kearifan lokal yang terkandung di dalamnya, dan memetakan potensinya sebagai sumber belajar di sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan tahapan analisis etnografi Spradley. Penelitian berlokasi di Kampung Mulakeudeu, Desa Sukalaksana, Kabupaten Garut, dengan SD Negeri 2 Sukalaksana sebagai konteks pemetaan sumber belajar. Temuan menunjukkan bahwa Ngawuwuh berkaitan dengan ungkapan syukur atas hasil bumi, kehidupan religius, dan kebersamaan masyarakat. Tradisi ini mencakup ritus adat, Ngabombang, Kawincahi, dan festival budaya. Enam nilai yang diidentifikasi ialah religiusitas, gotong royong, tanggung jawab, kepedulian terhadap lingkungan, musyawarah, dan solidaritas. Nilai-nilai tersebut terhubung dalam tema pemeliharaan kehidupan bersama melalui rasa syukur, kerja sama, tanggung jawab sosial, dan kepedulian lingkungan. Tradisi Ngawuwuh berpotensi dimanfaatkan melalui bacaan budaya, dokumentasi visual, diskusi, pengamatan, serta wawancara dengan narasumber. Penelitian ini menghasilkan pemetaan nilai dan relevansi pedagogis, bukan pengujian dampak penerapan pembelajaran.

References

Arifin, Z. (2019). Evaluasi pembelajaran. PT Remaja Rosdakarya.

Brown, E., McNamara, G., O'Hara, J., & O'Brien, S. (2019). Values education in four countries: A comparative analysis of policy and practice. International Journal of Educational Research, 98, 148–160.

Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). Sage Publications.

Fitria, R., Hasanah, N., & Pratama, D. (2024). Integrasi kearifan lokal dalam penguatan pendidikan karakter di sekolah dasar. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 11(2), 155–169.

Geertz, C. (1973). The interpretation of cultures. Basic Books.

Hidayat, A., & Nurhasanah, D. (2023). Nilai-nilai budaya lokal sebagai penguat karakter peserta didik sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia, 8(1), 35–48.

Johnson, E. B. (2002). Contextual teaching and learning: What it is and why it’s here to stay. Corwin Press.

Keraf, A. S. (2010). Etika lingkungan hidup. Kompas.

Koentjaraningrat. (2015). Pengantar ilmu antropologi. Rineka Cipta.

Lickona, T. (1991). Educating for character: How our schools can teach respect and responsibility. Bantam Books.

Lubis, M., Siregar, R., & Harahap, D. (2022). Pemanfaatan kearifan lokal sebagai sumber belajar kontekstual di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar, 13(1), 1–15.

Mahaswa, A., & Syaja, M. (2025). Questioning local wisdom: Epistemological critique of local wisdom discourse in Indonesia. Cogent Social Sciences, 11(1), 1–18.

Maulana, A., Putri, N., & Saputra, R. (2024). Tradisi lokal sebagai sumber belajar IPS di sekolah dasar. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 9(2), 201–218.

Moleong, L. J. (2023). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi revisi). PT Remaja Rosdakarya.

Mulyani, S. (2020). Pembelajaran kontekstual di sekolah dasar. Deepublish.

Nasution. (2016). Metode research (Penelitian ilmiah). Bumi Aksara.

Nurhayati, N., & Firmansyah, A. (2023). Integrasi nilai budaya lokal dalam pembelajaran sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Karakter, 14(1), 44–58.

Prasetyo, D., Rahman, A., & Hidayat, M. (2022). Pembelajaran berbasis budaya lokal untuk meningkatkan keterlibatan peserta didik. Jurnal Pendidikan Indonesia, 11(3), 412–425.

Rahyono, F. X. (2009). Kearifan budaya dalam kata. Wedatama Widya Sastra.

Rahmawati, N., & Suryana, D. (2023). Tantangan pelestarian budaya lokal di era digital. Jurnal Sosial Humaniora, 15(1), 70–82.

Sartini. (2004). Menggali kearifan lokal Nusantara: Sebuah kajian filsafat. Jurnal Filsafat, 37(2), 111–120.

Safitra, R. (2022). Sumber belajar dalam pembelajaran abad ke-21. Deepublish.

Sawaludin, S., Arifin, Z., & Hasanah, N. (2022). Local wisdom as character education in Indonesian society. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 7(2), 145–159.

Spradley, J. P. (1980). Participant observation. Holt, Rinehart and Winston.

Spradley, J. P. (2007). Metode etnografi (M. Z. Elizabeth, Penerj.). Tiara Wacana. (Karya asli diterbitkan 1979).

Sugiyono. (2024). Metode penelitian kualitatif (Edisi ke-4). Alfabeta.

Suyitno. (2022). Pendidikan berbasis kearifan lokal. Deepublish.

Syarifuddin, S., Hasan, M., & Nuraini, R. (2023). Pembelajaran kontekstual berbasis budaya lokal di sekolah dasar. Jurnal Basicedu, 7(5), 3012–3023.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Dimensi, elemen, dan subelemen profil pelajar Pancasila pada Kurikulum Merdeka. Kemendikbudristek.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Panduan pengembangan projek penguatan profil pelajar Pancasila. Kemendikbudristek.

Downloads

Published

2026-10-25

How to Cite

Menggali Nilai Kearifan Lokal Ngawuwuh sebagai Sumber Belajar di Sekolah Dasar. (2026). Borneo Journal of Primary Education, 6(3), 55-66. https://doi.org/10.21093/bjpe.v6i3.14297