Intensitas Penggunaan Bahasa Daerah Pada Paragraf Narasi Siswa Kelas IV SDN 017 Marangkayu

Authors

  • Nur Rahmi Aida UINSI Samarinda
  • Juhairiah UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda
  • Arsinah UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

DOI:

https://doi.org/10.21093/yng8vh26

Abstract

This study describes the intensity of Bugis language use in narrative paragraphs written by fourth-grade students at SDN 017 Marangkayu. The study was motivated by the context of the Santan Tengah community, which uses the Bugis language in daily communication, whereas Indonesian is used in formal classroom learning. Using a descriptive qualitative approach, data were collected through observation, interviews, and documentation of 25 student narrative assignments. The analysis results show that 20 out of 25 written works contained Bugis language elements (consisting of vocabulary, affixes, or local particles) categorized as low intensity, four texts contained no such elements, and one text was illegible. Interviews revealed that Bugis elements were more prominent in oral communication than in formal writing. These findings illustrate variations in language use based on students' communicative contexts and modes.

 

References

Anshari. (2015). Pengembangan menulis paragraf. Deepublish.

Astriani, I. D. (2021). Analisis penggunaan bahasa daerah Bengkulu dalam pembelajaran Bahasa Indonesia SDN 58 Kota Bengkulu [Skripsi, IAIN Bengkulu].

Atmazaki. (2007). Ilmu sastra: Teori dan terapan. Universitas Negeri Padang Press.

Chaer, A. (2014). Linguistik umum. Rineka Cipta.

Chaer, A., & Agustina, L. (2010). Sosiolinguistik: Perkenalan awal. Rineka Cipta.

Dalman. (2016). Keterampilan menulis. RajaGrafindo Persada.

Firman. (2018). Terampil menulis karya ilmiah. Aksara Timur.

Hanafi, N. (2009). Bahasa daerah sebagai aset nasional bangsa. Mabasan, 3(1), 107–119. https://doi.org/10.62107/mab.v3i1.104

Keraf, G. (2010). Argumentasi dan narasi. Gramedia.

Mukhtazar. (2020). Prosedur penelitian pendidikan. Absolute Media.

Munirah. (2019). Pengembangan keterampilan menulis paragraf. Deepublish.

Naziroh, H. (2018). Analisis kesalahan berbahasa teks narasi kelas VII MTsN 2 Mataram [Skripsi, Universitas Mataram].

Nurlaila, M. (2016). Pengaruh bahasa daerah (Ciacia) terhadap perkembangan Bahasa Indonesia anak usia 2 sampai 6 tahun di Desa Holimombo Jaya. Retorika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 9(2). https://doi.org/10.26858/retorika.v9i2.3801

Okrifianty, E. (2021). Kemampuan menulis narasi di sekolah dasar. CV Jejak.

Pemerintah Republik Indonesia. (2009). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan. https://peraturan.bpk.go.id/Home/Details/38661/uu-no-24-tahun-2009

Pemerintah Republik Indonesia. (2014). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 57 Tahun 2014 tentang Pengembangan, Pembinaan, dan Pelindungan Bahasa dan Sastra, serta Peningkatan Fungsi Bahasa Indonesia.

Pemerintah Republik Indonesia. (2019). Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 63 Tahun 2019 tentang Penggunaan Bahasa Indonesia.

Rahman, A. (2019). Pengaruh intensitas penggunaan bahasa daerah terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia peserta didik kelas 1 SD Inpres Maki Kecamatan Lamba-Leda Kabupaten Manggarai Timur [Skripsi, UIN Alauddin Makassar].

Rosidi, A. (1999). Bahasa Nusantara: Suatu pemetaan awal. PT Dunia Pustaka Jaya.

Saman, H. (2018). Pengaruh media lingkungan terhadap kemampuan menulis narasi kelas IV SD Negeri 3 Suwawa Kabupaten Bone Bolango [Skripsi, Universitas Negeri Gorontalo].

Sitohang, M. (2017). Penggunaan bahasa daerah sebagai bahasa pengantar di kelas rendah sekolah dasar di Kota Palangkaraya. Suar Betang, 12(2), 130.

Solchan, T. W., et al. (2009). Pendidikan Bahasa Indonesia di SD. Universitas Terbuka.

Sugiyono. (2018a). Metode penelitian kualitatif. Alfabeta.

Sugiyono. (2018b). Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D (Cetakan ke-27). Alfabeta.

Suparta, I. M., & Kardana, I. N. (2017). Pemakaian bahasa oleh masyarakat Bugis di Desa Senganan, Tabanan, Bali. Kulturistik: Jurnal Ilmu Bahasa dan Budaya, 1(1), 21–31. https://doi.org/10.22225/kulturistik.1.1.214

Tarigan, D. (2009). Membina keterampilan menulis paragraf dan pengembangannya. Angkasa.

Wiyanto, A. (2006). Pelajaran bahasa dan sastra Indonesia untuk SMA & MA. Grasindo.

Yulianto, W. E. (2017). Menulis paragraf narasi. Universitas Mulawarman.

Zid, M., & Sjaf, S. (2009). Sejarah perkembangan desa Bugis-Makassar Sulawesi Selatan. Lontar: Jurnal Sejarah, 6(2), 38–53.

Downloads

Published

2023-02-22

How to Cite

Intensitas Penggunaan Bahasa Daerah Pada Paragraf Narasi Siswa Kelas IV SDN 017 Marangkayu. (2023). Borneo Journal of Primary Education, 3(1), 23-29. https://doi.org/10.21093/yng8vh26