ANALISIS PERBANDINGAN NILAI CURAH HUJAN PADA CITRA RADAR DAN OBSERVASI SAAT KEJADIAN HUJAN EKSTREM (STUDI KASUS KEJADIAN HUJAN EKSTREM DI PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA, 15 FEBRUARI 2023)

  • alwan dzaky STMKG
  • Erfa Khairunnisa STMKG
Keywords: Curah Hujan, Observasi, Citra Radar

Abstract

Curah hujan ekstrem merupakan salah satu fenomena cuaca yang dapat menyebabkan dampak signifikan, seperti banjir, tanah longsor, dan kerusakan infrastruktur. Kota Yogyakarta, sebagai salah satu wilayah di Indonesia yang sering mengalami hujan ekstrem, memerlukan upaya mitigasi dan pemahaman mendalam mengenai pola dan intensitas hujan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis perbandingan nilai curah hujan pada data radar dan observasi saat kejadian hujan ekstrem 15 Februari 2023 di Yogyakarta. Untuk mengetahui perbandingan nilai curah hujan pada data radar dan observasi, dikumpulkan data dari radar BMKG dan observasi curah hujan dari stasiun meteorologi pada saat kejadian curah hujan ekstrem. Data yang didapatkan dianalisis menggunakan verifikasi dari data observasi dengan data radar. Data yang diverifikasi, dibuatkan perbandingan antara nilai curah hujan radar dan observasi. berdasarkan pengamatan observasi menunjukkan hujan yang terjadi hanya hujan ringan. Akan tetapi jika berdasarkan analisis data citra radar didapatkan bahwa curah hujan yang terjadi di wilayah Yogyakarta terdapat hujan ringan hingga hujan lebat. Berdasarkan pengukuran pada citra radar pada pukul 19.00 dan 19.30 UTC atau pukul 02.00 dan 02.30 WIB menunjukkan pelemahan aktivitas konvektif yang ditunjukkan dengan menurunnnya nilai reflektivitas. Perbandingan ini memungkinkan terjadinya perbedaan dikarenakan letak lokasi antara pusat terjadinya presipitasi dengan posisi pengukuran curah hujan tidak sama.Berdasarkan analisis yang telah dilakukan berdasarkan hasil penelitian saat kejadian hujan ekstrem yang dilaporkan oleh Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) terjadi pukul 02.00-02.30 WIB didapatkan bahwa nilai curah hujan menunjukkan hujan ringan berdasarkan observasi dan hujan ringan dan sedang. Hal ini menunjukkan adanya sedikit perbedaan antara hasil pengamatan dan juga citra radar. Akan tetapi, jika melihat nilai curah hujan yang terukur, kejadian hujan lebat terjadi pada tanggal 14 Feruari 2023. Hal ini mengindikasikan bahwa sebenarnya bencana yang terjadi kemungkinan terjadi karena akumulasi curah hujan tinggi yang terjadi sejak tanggal 14 Februari 2023.

References

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika. (2010). Peraturan KBMKG Nomor: Kep. 009 Tahun 2010 Tentang Prosedur Standar Operasional Pelaksanaan Peringatan Dini, Pelaporan, Dan Diseminasi Informasi Cuaca Ekstrem
Dwirani, F. (2019). Menentukan stasiun hujan dan curah hujan dengan metode polygon thiessen daerah kabupaten lebak. Jurnal Lingkungan Dan Sumberdaya Alam (JURNALIS), 2(2), 139-146.
Muhammad Rohmadi dan Yakub Nasucha. (2015). Dasar-Dasar Penelitian. Surakarta: Pustaka BriliantSetiawan Putra, D., & Fauzijah, A. (2018). Perancangan Aplikasi Presensi Dosen Realtime Dengan Metode Rapid Application Development (RAD) Menggunakan Fingerprint Berbasis Web. Jurnal Informatika: Jurnal Pengembangan IT, 3(2), 167–171. https://doi.org/10.30591/jpit.v3i2.836
Sekaranom, A. B. (2021). KEJADIAN HUJAN EKSTREM WILAYAH TROPIS: Kombinasi Observasi Permukaan dan Satelit Meteorologis serta Karakteristik Lingkungan Pembentukannya. UGM PRESS.
Octaviani, R., & Sutriani, E. (2019). Analisis data dan pengecekan keabsahan data.
Published
2025-04-01
How to Cite
dzaky, alwan, & Khairunnisa, E. (2025). ANALISIS PERBANDINGAN NILAI CURAH HUJAN PADA CITRA RADAR DAN OBSERVASI SAAT KEJADIAN HUJAN EKSTREM (STUDI KASUS KEJADIAN HUJAN EKSTREM DI PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA, 15 FEBRUARI 2023). DiJITAC : Digital Journal of Information Technology and Communication, 5(2), 21-28. https://doi.org/10.21093/dijitac.v5i2.8814
Section
Articles