STUDI KARAKTERISTIK SESAR BAWEAN (WILAYAH LAUT UTARA JAWA) MENGGUNAKAN ANALISIS TURUNAN DENGAN DATA GAYA BERAT
Abstract
Sesar Bawean merupakan salah satu sesar yang perlu diwaspadai karena terletak di utara Pulau Madura yang memiliki populasi hingga jutaan jiwa. Salah satu langkah mitigasi yang bisa dilakukan adalah pemetaan Sesar Bawean untuk dapat mengetahui karakteristik Sesar Bawean. Dalam penelitian ini, dilakukan pemetaan Sesar Bawean menggunakan analisis turunan dengan data gaya berat dari laman TOPEX yang berupa data FAA (Free Air Anomaly). Data tersebut kemudian diolah hingga mendapatkan nilai FHD (First Horizontal Derivative) untuk menentukan garis dugaan sesar dan SVD (Second Vertical Derivative) untuk menentukan mekanisme sesar. Langkah-langkah dalam mendapatkan nilai FHD (First Horizontal Derivative) dan SVD (Second Vertical Derivative) yaitu penentuan densitas rata-rata mengunakan metode Nettleton, pemisahan anomali regional dan residual dengan metode moving average, pengolahan anomali regional dengan analisis turunan hingga didapatkan peta FHD (First Horizontal Derivative) dan SVD (Second Vertical Derivative). Kemudian dilakukan sayatan pada garis dugaan sesar untuk dapat menentukan garis sesar dan mekanisme sesar secara pasti. Hasil yang didapatkan dari sayatan peta FHD (First Horizontal Derivative) dan SVD (Second Vertical Derivative) menunjukkan bahwa Sesar Bawean memiliki mekanisme berupa sesar naik. Namun, dengan mempertimbangkan dari berbagai sumber, dapat disimpulkan bahwa Sesar Bawean memiliki mekanisme berupa sesar oblique dengan pengaruh mekanisme sesar naik.
References
Bachri, S. (2014). Pengaruh tektonik regional terhadap pola struktur dan tektonik Pulau Jawa. Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral, 15, 215–221. https://doi.org/10.33332/jgsm.geologi.v15i4.60
Forestier, H. (2007). Ribuan gunung, ribuan alat batu, prasejarah Song Keplek, Gunung Sewu, Jawa Timur. Jakarta, DKI: Kepustakaan Populer Gramedia.
Jayatri, A. U., Multi, W., & Hayatuzzahra, S. (2023). Identifikasi keberadaan sesar menggunakan metode gravitasi dan analisis second vertical derivative (SVD) di bagian selatan Kabupaten Sumbawa. Jurnal Tambora, 7, 53–57. https://doi.org/10.36761/jt.v7i2.2954
Mustofa, I., & Sehah. (2016). Pemodelan sesar di Kecamatan Banjarmangu Banjar Negara berdasarkan data anomali gravitasi. Jurnal Inovasi dan Pembelajaran Fisika, 1–7. Retrieved from https://ejournal.unsri.ac.id/index.php/jipf/article/download/3424/1811
Nursalam, M. (2021). Analisis sesar dengan data gaya berat menggunakan metode SVD (second vertical derivative) di daerah panas bumi “MN” (Skripsi). Retrieved from Repository Universitas Hasanuddin.
Purnomo, J., Koesuma, S., & Yuniarto, M. (2013). Pemisahan anomali regional-residual pada metode gravitasi menggunakan metode moving average, polynomial, dan inversion. Indonesian Journal of Applied Physics, 3, 10–20. https://doi.org/10.13057/ijap.v3i01.1208
Pusat Studi Gempa Nasional. (2017). Peta sumber dan bahaya gempa Indonesia tahun 2017. Jakarta, DKI: Pusat Penelitian dan Pengembangan Perumahan dan Permukiman Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
Sandwell, D. T., & Smith, W. H. F. (2009). Global marine gravity from retracked Geosat and ERS-1 altimetry: Ridge segmentation versus spreading rate. Journal of Geophysical Research: Solid Earth, 114(1). https://doi.org/10.1029/2008JB006008
Setiadi, I., Setyanta, B., & Widjono, B. S. (2010). Deliniasi cekungan sedimen Sumatra Selatan berdasarkan analisis gaya berat. Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral, 20, 93–106. https://doi.org/10.33332/jgsm.geologi.v20i2.164
Susilohadi, S., & Soeprapto, T. A. (2015). Plio-Pleistocene seismic stratigraphy of the Java Sea between Bawean Island and East Java. Berita Sedimentologi, 32, 5–16. https://doi.org/10.51835/bsed.2015.32.1.117
Telford, W. M., Geldart, L. P., & Sheriff, R. E. (1990). Applied geophysics (2nd ed.). Cambridge: Cambridge University Press.
Wahyudi, E. J., Kynantoro, Y., & Alawiyah, S. (2017). Second vertical derivative using 3-D gravity data for fault structure interpretation. Journal of Physics: Conference Series, 877(1). https://doi.org/10.1088/1742-6596/877/1/012039





