IDENTIFIKASI VARIABILITAS UPWELLING BERDASARKAN INDIKATOR KLOROFIL-A DI PERAIRAN SELATAN DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Abstract
Upwelling merupakan fenomena penting dimana air yang dingin dan kaya nutrisi naik ke permukaan dan
membawa dampak signifikan terhadap ekosistem laut. Penelitian ini mengidentifikasi dinamika upwelling di
perairan selatan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang dipengaruhi oleh berbagai faktor oseanografis seperti
arus laut, sistem monsun, dan fenomena global seperti El Niño Southern Oscillation (ENSO) dan Indian Ocean
Dipole (IOD). Dengan menggunakan data citra satelit Aqua MODIS dari tahun 2003 hingga 2023, penelitian ini
berfokus pada analisis klorofil-a sebagai indikator utama kesuburan perairan. Klorofil-a digunakan untuk
mengidentifikasi dan menganalisis variabilitas upwelling serta hubungannya dengan perubahan musiman. Data
diolah melalui perangkat lunak SeaDas dan QGIS menghasilkan visualisasi sebaran klorofil-a dan evaluasi
temporal fenomena upwelling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upwelling mencapai puncaknya pada musim
timur (Juni-Agustus) dengan konsentrasi klorofil-a tertinggi di dekat pantai barat hingga tengah perairan DIY.
Fenomena ini dipengaruhi oleh angin muson tenggara yang memicu transpor Ekman. Analisis temporal juga
mengungkapkan hubungan antara kekuatan upwelling dengan fenomena iklim global seperti El Niño dan IOD.
References
Aldrian, E., & Susanto, R. D. (2003). Identification of Three Dominant Rainfall Regions within Indonesia and
Their Relationship to Sea Surface Temperature. International Journal of Climatology, 23(12), 1435-1452.
DOI: 10.1002/joc.950.
Bakun, A. (1990). Global climate change and intensification of coastal ocean upwelling. Science, 247(4939), 198
Bima, R. Y., Setyono, H., & Harsono, G. (2014). Dinamika Upwelling dan Downwelling Berdasarkan Variabilitas
Suhu Permukaan Laut dan Klorofil-a di Perairan Selatan Jawa. Jurnal Oseanografi, 3(1), 57-66.
Girsang H. 2008. Studi Penentuan Daerah Penangkapan Ikan Tongkol Melalui Pemetaan Penyebaran Klorofil-a
dan Hasil Tangkapan di Palabuhanratu, Jawa Barat [Skripsi]. Bogor: Departemen Pemanfaatan
Sumberdaya Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor.
Kudela, R. G., Pitcher, T.P. Byn, F. Figueras, T. Moita, dan V. Trainer. 2005. Hamrful Alga Blooms in Coastal
Upwelling System. J Oseanography.18(2): 185-1967
Mann, K. H., & Lazier, J. R. N. (2006). Dynamics of Marine Ecosystems: Biological-Physical Interactions in the
Oceans. Wiley-Blackwell
Munthe, M. G., Jaya, Y. V., & Putra, R. D. 2018. Pemetaan Zona Potensial Penangkapan Ikan Berdasarkan Citra
Satelit Aqua/Terra Modis di Perairan Selatan Pulau Jawa. Dinamika Maritim, 7(1), 39–42.
Ningsih, N. S., Rakhmaputeri, N., & Harto, A. B. (2013). Upwelling Variability along the Southern Coast of Bali
and in Nusa Tenggara Waters. Ocean Science Journal, 48(1), 49-57.
Purba, M. 2007. Dinamika Perairan Selatan P. Jawa – P. Sumbawa Saat Muson Tenggara. Torani, 17(2):140 150
Setiawan Putra, D., & Fauzijah, A. (2018). Perancangan Aplikasi Presensi Dosen Realtime Dengan Metode Rapid
Application Development (RAD) Menggunakan Fingerprint Berbasis Web. Jurnal Informatika: Jurnal
Pengembangan IT, 3(2), 167–171. https://doi.org/10.30591/jpit.v3i2.836
Susanto, R. D., Gordon, A. L., & Zheng, Q. (2001). Upwelling along the Coast of Java and Sumatra and Its Relation
to ENSO. Geophysical Research Letters, 28(8), 1599-1602.
Yuhendrasmiko, R., Kunarso, & Wirasatriya, A. (2016). Identifikasi Variabilitas Upwelling Berdasarkan Indikator
Suhu dan Klorofil-a di Selat Lombok. Jurnal Oseanografi, 5(4), 530-537.





