Makna Idul Fitri dalam Tradisi dan Kebudayaan Islam

Authors

  • Zaim An Naufal Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Wasil Kediri
  • Mu’min Firmansyah Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Wasil Kediri

DOI:

https://doi.org/10.21093/jtikborneo.v6i1.8668

Keywords:

Eid al-Fitr, Islamic Culture, Traditional Heritage

Abstract

Idul Fitri, juga dikenal sebagai Hari Raya Puasa, memiliki makna yang mendalam dalam tradisi dan kebudayaan Islam. Ini menandai akhir dari Ramadan, bulan puasa, doa, dan introspeksi. Perayaan ini melambangkan akhir dari pembersihan spiritual dan awal dari perayaan yang meriah. Keluarga berkumpul untuk bertukar ucapan selamat, hadiah, dan menikmati hidangan bersama, memupuk rasa persatuan dan kebahagiaan. Di luar aspek keagamaannya, Idul Fitri menekankan pentingnya amal dan solidaritas dengan yang kurang beruntung. Kebudayaan Islam diperkaya oleh beragam tradisi dan praktik yang diamati selama periode ini, menunjukkan nilai-nilai kasih sayang, kemurahan hati, dan semangat komunitas. Melalui ritual Idul Fitri, umat Islam memperkuat komitmen terhadap keyakinan dan menguatkan ikatan keluarga. Artikel ini mengeksplorasi makna yang beragam dari Idul Fitri dalam warisan tradisi dan praktik budaya Islam, menyoroti peran pentingnya dalam mempromosikan harmoni dan kebaikan di antara komunitas di seluruh dunia.

 

Downloads

Published

2025-02-28

How to Cite

Makna Idul Fitri dalam Tradisi dan Kebudayaan Islam. (2025). Jurnal Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan Borneo, 6(1), 30-39. https://doi.org/10.21093/jtikborneo.v6i1.8668