Nusyuz Dalam Perspektif Al-Qur’an Dan Hadis
Rekonstruksi Hak Dan Kewajiban Suami-Istri Berbasis Maqaṣid Al-Syari’ah
Abstract
Konsep nusyuz merupakan isu penting dalam hukum keluarga Islam karena berpengaruh pada keharmonisan rumah tangga. Namun, literatur fikih klasik lebih menekankan nusyuz istri sehingga membentuk relasi suami-istri yang hierarkis. Artikel ini mengkaji ulang pemaknaan nusyuz berdasarkan al-Qur’an dan hadis serta membandingkannya dengan pandangan fikih untuk menawarkan rekonstruksi yang lebih proporsional. Dengan pendekatan kualitatif-deskriptif melalui analisis literatur teks al-Qur’an, hadis, dan fikih mazhab, penelitian ini menemukan bahwa al-Qur’an memberikan porsi seimbang terhadap potensi nusyuz dari istri (QS. an-Nisā’: 34) maupun suami (QS. an-Nisā’: 128). Hadis juga menegaskan bahwa pengabaian hak-hak istri merupakan bentuk nusyuz suami. Adapun fikih klasik lebih fokus pada nusyuz istri dengan konsekuensi hukum yang lebih tegas, sementara nusyuz suami diselesaikan melalui kompromi. Penelitian ini menegaskan perlunya rekonstruksi pemaknaan nusyuz berlandaskan nash primer agar lebih sesuai prinsip keadilan. Novelty artikel ini terletak pada penyajian konsep nusyuz secara simetris antara suami dan istri serta analisis komparatif yang mengungkap bias struktural dalam fikih klasik, sehingga menawarkan kontribusi bagi pengembangan hukum keluarga Islam yang lebih egaliter dan kontekstual.
References
Ali, Abi Muhammad bin Ahmad bin Sa'id bin Hazm. Al-Muhalla. Jld. 10.
Anggraini, R., Yanti, I., & Halim, A. (2026). "Equality Between Husband and Wife in Islamic Marriage Law Perspective of Sheikh Wahbah Zuhaili: Reinterpretation of Qiwamah and Nusyuz in the Framework of Gender Justice". Seluah Pasaman, 4(1), 60-71 https://doi.org/10.70588/suluahpasaman.v4i1.
Arif, M., Subli, M., Hikmah, N., & Djanas, S. (2024). "Maqosid Syariah Dalam Pembentukan Hukum Era Digital: Regulasi Cryptocurrency". Al-Mustla: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Dan Kemasyarakatan, 6(1), 298–310. https://doi.org/10.46870/jstain.v6i2
Bukhari, Al-. (n.d.). Shahih Bukhari. Jld. 7. Thaha Putra.
Daud, Abu. (1994). Sunan Abi Daud. Jld. I. Dar al-Fikr.
Hasbi Ash-shidiqqiey. (2002). Sejarah Dan Pengantar Ilmu Al-Qur’an Dan Hadits. Pustaka Rizki Putra.
Ibnu Rusyd al-Qurthuby al-Andalusy. (n.d.). Bidayatu al-Mujtahid wa Nihayatu al-Muqtashid. Jld. 2. Maktabah Usaha Keluarga.
Irham Maulana. (2024). "Nusyuz dalam Pernikahan Perspektif Mazhab Hanafi dan Mazhab Syafi’". Baiti Jannati, Jurnal Hukum Keluarga Islam, 1(1), 11-30 https://e-journal.stai-almaliki.ac.id/index.
Isti’anah. (2022). "Perempuan Dan Seks: Studi Hadis-Hadis Tentang Laknat Malaikat Terhadap Istri Yang Menolak Ajakan Suami". El-Mu’jam: Jurnal Kajian Al-Qur’an Dan Hadis, 2(2), 34-42 https://doi.org/10.33507/el-mujam.v2i2.1019.
Jauziri, Abdurrahman al-. (n.d.). Fikih Empat Mazhab. Jilid 5. Pustaka al-Kautsar.
Jihan Al Layyinah. (2026). "Integrasi Maqosid Syariah dan Metode Penetapan Hukum Islam: Analisiss Kritis Terhadap Dinamika Hukum". Tafaqquh: Jurnal Penelitian Dan Kajian Keislaman, 14(1), 186-203 https://doi.org/10.52431/tafaqquh.v14i1.45.
John W Creswell. (2003). Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. New York: Sage Publication.
Jumni Nelli, I. Y. (2022). "Nusyuz Isteri Tidak Menggugurkan Nafkah Menurut Ibnu Hazm Dan Relevansinya Dengan Hukum Keluarga Indonesia". Al-Fikra : Jurnal Ilmiah Keislaman, 21(1), 155-169 DOI: 10.24014/af.v21i2.18809.
Kamil al-Hayali. (2005). Solusi Islam Dalam Konflik Rumah Tangga.
Kementerian Agama. (2010). Syaamil al-Qur`an; The Miracle Reference. Cet. I. Sygma.
Khoiruddin. (2021). "Konsep Nusyuz Menurut Al-Qur`An dan Hadis (Kajian Hak dan Kewajiban Suami-Istri dalam Rumah Tangga)". https://jurnal.ar-raniry.ac.id/index.php/usrah/index. El-Usrah: Jurnal Hukum Keluarga, 4(1).
Kisyik, A. H. (2005). Bimbingan Islam untukmencapai keluargaSakinah. Terj.Ida Nursida. Al-Bayan.
Kurniawan, D., & Sayehu, C. (2024). Interpretation of Verses About Nusyuz, Syiqaq and Their Solution: Normative Psychological and Theological Approaches (An-Nisa 34-35 And 128). 7(4).
Layyinah, J. Al, & Hidayati, T. W. (2025). "Reinterpretation Resolution of Nusyuz and Syiqaq in the Qur’an: A Gender Justice and Restorative Approach". International Conference on Islam, Law, and Society (INCOILS), 1(1), file:///D:/JIHAN/Persiapan%20jurnal/SUDAH%20PUBLIK.
Masri. (2024). “Mendalami Konsep Nusyuz Dan Syiqaq Dalam Perspektif Hukum Islam: Sebab, Dampak, Dan Solusi.” Jurnal Tahqiqa, 2(2), 72.
Nispan Rahmi. (2017). "Maqasid Al Syari’ah: Melacak Gagasan Awal". Jurnal Syariah: Jurnal Ilmu Hukum Dan Pemikiran, 17(2).
Qurthubi, Al-. (1936). al-Jami`i li Ahkam al-Qur`an. Jilid 4.
Rizka Ayu Febri. (2021a). "Reformation Of Islamic Family Law in Indonesia: The Nusyuz Resolvation Process". Alhurriyah: Jurnal Hukum Islam, 06(2), 196.
Salam, N. (2015b). "Konsep Nusyuz dalam Perspektif Al-Qur’an (Sebuah Kajian Tafsir Maudhu’i)". De Jure: Jurnal Hukum Dan Syar’iah, 7(1), 47–56. https://doi.org/10.18860/j-fsh.v7i1.3511
Sayyid Quthb. (2001). Tafsir Fi zhilalil Qur’an; dibawah naungan Al- Qur’an. Terj. As‘ad Yasin.
Shaleh dan H.A.A. Dahlan. (2003). Asbabun Nuzul. Edisi Kedua. Penerbit Diponegoro.
Sugiyono. (2014). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatab: Kualitatif, Kuantatif dan R & D. Alfabeta.
Syafi'i, Abdullah Muhammad bin Qasim asy-. (1995). Fat-hul Qarib. Terj. H. Abubakar Muhammad. Karya Abditama.
Zainuddin, U. K. (2017). “Nusyuz Dalam Al-Qur’an.” Tafser: Journal of Qur’anic Studies, 2(1), 63–73
