Tradisi Sedekah pada Buang Naas (Tolak Bala) Bulan Safar Warga Talisayan dalam Perspektif Hadis
DOI:
https://doi.org/10.21093/n82dd132Keywords:
exile tradition, hadith, islamic acculturation, local culture, Talisayan cultureAbstract
Tradisi Buang Nahas (Tolak Bala) merupakan salah satu warisan budaya masyarakat Berau, khususnya di Kecamatan Talisayan, yang dilaksanakan pada hari Rabu terakhir bulan Safar. Tradisi ini bertujuan memohon keselamatan, menolak musibah, serta mempererat hubungan sosial antarwarga melalui berbagai rangkaian kegiatan keagamaan dan sosial. Penelitian ini bertujuan mengkaji pelaksanaan tradisi Buang Nahas serta relevansinya dalam perspektif hadits. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui analisis terhadap praktik tradisi dan sumber-sumber hadits yang berkaitan. Hasil kajian menunjukkan bahwa rangkaian kegiatan dalam tradisi Buang Nahas, seperti pembacaan Al-Qur’an, ceramah agama, doa bersama, mandi taubat, dan sedekah kepada masyarakat, memiliki landasan yang sejalan dengan nilai-nilai Islam. Meskipun keyakinan tentang turunnya bala pada Rabu terakhir bulan Safar tidak memiliki dasar yang kuat dalam hadits, praktik-praktik yang dilakukan dalam tradisi tersebut pada dasarnya mengandung unsur ibadah dan kebaikan yang dianjurkan dalam syariat. Hadits-hadits yang membahas keutamaan doa, sedekah, serta kebiasaan para sahabat membaca Al-Qur’an ketika berkumpul menjadi dasar normatif yang mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut. Dengan demikian, tradisi Buang Nahas dapat dipahami sebagai bentuk akulturasi budaya lokal dengan ajaran Islam yang menekankan nilai spiritual, kebersamaan, dan kepedulian sosial selama tidak disertai keyakinan yang bertentangan dengan prinsip-prinsip akidah Islam.
References
Ad-Dairabi. Mujarrabat Ad-Dairabi. Beirut: Maktabah Tsaqafiyyah, n.d.
Ahmad. Musnad Abi Ya’la Al-Masli. Kairo: dar al-Hadits, 2013.
Ahmad, Abu bakar. Al-J?mi’ Li Akhl?q Ar-R?wi Wa Adab as-S?m?. Riyadh: Maktabah ma’arif, n.d.
Al-Bukh?r?, Mu?ammad ibn Ism?‘?l. ?a??? Al-Bukh?r?. Germany: Darul magnez, 1995.
Al-qurtuby, Sumanto, and Lattu Y. M Izak. TRADISI DAN KEBUDAYAAN NUSANTARA. Semarang: Lembaga Studi Sosial dan Agama (eLSA) Press, 2019.
Ali. Istisf? Bil Qur’?n Al-Kar?m. Madinah: Dar al-Nas?hah, 2010.
Endraswara, Suwardi. Metodologi Penelitian Kebudayaan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 2006.
Farida, Umma. “REBO WEKASAN MENURUT PERSPEKTIF KH. ABDUL HAMID DALAM KANZ AL-NAJ?? WA AL-SUR?R.” Jurnal Theologia 30, no. 2 (December 23, 2019): 267–90. https://doi.org/10.21580/teo.2019.30.2.3639.
Hussamuddin. “Wasilah Al-Tahlibin Ila Mahabbati Rabb Al-Alamin,” n.d.
I. W. L. Nala, I. W. Sudarmayasa, T. Hira, A. A. Adha, and P. K. Arifin. “Ragam Budaya Dan Kekayaan Ekologi Sebagai Potensi Pengembangan Wellness Tourism Di Kalimantan Timur; Studi Kelembagaan Masyarakat Kutai Adat Lawas Sumping Layang Kedang Ipil Kutai Kartanegara.” Edutourism 6 (2024): 124–41.
Koentjaraningrat. Manusia Dan Kebudayaan Di Indonesia. Jakarta: Djambatan, 1999.
M. Mansur. “Tradisi Maulid Dan Revitalisasi Nilai-Nilai Nabi Di Banten.” Studia Islamika 3, no. 25 (2018): 421–50.
Malik. Al-Mudawanah Al-Kubro. Lebanon: Dar al-Khotob al-Ilmiyah, 1994.
Muhammad, Sulton. Marq?h Al-Maf?tih Syarah Miskah Al-Mashabih. Beirut, lebanon: Darul fikr, 2002.
Muslim ibn al-Hajjaj al-Naysaburi. Sahih Muslim. Germany: Darul magnez, 2001.
Najib Burhani, Ahmad. “Islam Nusantara as a Concept and Movement.” Studia Islamika 3, no. 21 (2014): 399–430. https://doi.org/https://doi.org/10.15408/sdi.v21i3.1045.
Permuseuman, Direktorat. Islam Dalam Budaya Indonesia. Jakarta: Direktorat Permuseuman, 1992.
Rafiq, Ahmad. “Living hadis in Indonesia: Text, Tradition, and Local Culture.” Al-J?mi’ah: Journal of Islamic Studies 54, no. 1 (2016): 174–76.
Rosyid, Moh, and Lina Kushidayati. “Anticipating Disaster: The ‘Urf Perspective of Rebo Wekasan Ceremony in Kudus, Central Java.” AL-IHKAM: Jurnal Hukum & Pranata Sosial 17, no. 1 (June 29, 2022): 91–112. https://doi.org/10.19105/al-lhkam.v17i1.5705.
Saputra, Edriagus, Eka Eramahi, Nana Gustianda, and Arwansyah Arwansyah. “The Study of Living hadis: Acculturation of Local Culture and Religion in Mandoa Asyura Tradition in West Sumatra.” Proceedings of International Conference on Muslim Society and Thought 4 (July 19, 2024): 147–57. https://doi.org/10.15642/ICMUST.4.2024.1723.
Suyuti, Jalaluddin. Al-J?mi’ Al-Sagh?r. Beirut, lebanon, n.d.
Syamsuddin, Sahiron. Metodologi Penelitian Living Qur’an Dan Hadis. Yogyakarta: TH Publisher, 2007.
Syatha, A. B. I‘?natu ??lib?n ‘al? ?alli Alf?? Fat? Al-Mu‘?n. Jakarta: Dar al-Kutub al-Islamyiah, 2013.
