Reset Ekologi Islam: Rekonstruksi Ekoteologi Kontemporer Berbasis Hadis dalam Menjawab Krisis Bumi
DOI:
https://doi.org/10.21093/akhmf613Keywords:
ekologi, hadis, ulama kontemporerAbstract
Krisis ekologi kontemporer ditandai dengan kerusakan lingkungan seperti polusi udara, eksploitasi tambang, kerusakan hutan, dan perilaku konsumtif manusia yang mengancam keseimbangan ekosistem. Penelitian ini bertujuan menganalisis perspektif Yusuf Qaradhawi dan Ali Yafie terhadap pelestarian lingkungan serta relevansi hadis-hadis Nabi Saw. dalam krisis menjawab ekologi modern. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kepustakaan ( penelitian kepustakaan ) dan analisis deskriptif. Data diperoleh dari kitab hadis, karya Yusuf Qaradhawi dan Ali Yafie, serta berbagai literatur pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manusia dipandang sebagai khalifah yang bertanggung jawab menjaga keseimbangan alam dan dilarang melakukan eksploitasi secara berlebihan. Hadis-hadis tentang kepemimpinan, larangan berbuat mudarat, dan anjuran menanam pohon menunjukkan bahwa pelestarian lingkungan memiliki landasan teologis dalam Islam. Penelitian ini menegaskan bahwa konsep pelestarian lingkungan dalam perspektif ulama ekologi relevan sebagai solusi terhadap krisis kontemporer.
References
Approaches, Ecotheological, Ecological Crisis, dan Seyyed Hossein Nasr. “Ekoteologi dalam Menyikapi Krisis Ekologi di Indonesia Perspektif Seyyed Hossein Nasr.†Refleksi 22, no. 1 (2023). https://doi.org/10.15408/ref.v22i1.31403.
Dkk., Farid Gaban. Reset Indonesia: Gagasan tentang Indonesia Baru. Jawa Barat: Koperasi Indonesia Baru, 2025.
Hafidhuddin. “Kerukunan Umat Beragama (Studi Maqashid As-Syari’ah Perspektif Jasser Auda).†Jurnal Mafatih : Jurnal Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir 2 (2022): 16–24.
Hamka, Buya. Tasawuf Modern. Jakarta Selatan: Republika Penerbit, 2020.
Ibrahim, Duski. Al-Qawa’id Al-Maqashidiyah: Kaidah-Kaidah Maqashid. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2019.
Ismail bin Ibrahim Al Bukhari. Shahih Bukhari. Ibda’, 2020.
Komberem, Agustinus B, Sisca Elviana, dan Kata Kunci. “Monitoring Biodiversitas Ikan sebagai Bioindikator Kesehatan Lingkungan di Sekitar Muara Sungai Bian , Kabupaten Merauke Monitoring of Fish Biodiversity as a Bioindicator of Environmental Health around the Estuary of the Bian River , Merauke Regency.†Nekton 2, no. 1 (2022): 43–56.
Majah, Imam Ibnu. Sunan Ibnu Majah. Jakarta: Ad darul Amiyah, 2020.
Muhajirin, Panorama maya. Pendekatan Praktis: Metode Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif. Yogyakarta: Idea Press, 2017.
Ramadhona, Nurlaila. “Krisis Ekologi Perspektif Ekoteologi Islam Dan Kristen.†Jurnal Ushuluddin 21, no. 01 (2022): 91–114.
Rosyid Ari Prabowo, Suprapto. “Pencemaran Dan Kerusakan Lingkungan Hidup.†Badamai Law Journal Magister Hukum Universitas Lambung Mangkurat 7, no. 2 (2022): 16–30.
Ruswanda, Asep Sandi. “Mengkaji Konsep Ekoteologi Menurut Nasaruddin Umar Asep.†Jurnal Keislaman 08, no. 02 (2025): 532–45.
Saputra, Ahmad Sarip. “HIFDH AL-BĪʻAH SEBAGAI BAGIAN DARI MAQĀṢID AL-SHARĪ’AH (Pandangan Yusuf Al-Qardhawi Dalam Kitab Ri’Äyat al-Bīʻah fi Sharī’ah al- IslÄm),†2020.
Saputra, Muhammad Ego. “Illegal Access Dalam Aktivitas Tambang Inkonvensional Di Desa Baturusa Kabupaten Bangka.†Jurnal Studi Inovasi 4, no. 3 (2024): 1–10.
Suryadi. Metode Kontemporer Memahami Hadis Nabi: Perspektif Muhammad al-Ghazali dan Yusuf Qaradhawi. Yogyakarta: Teras, 2008.
Yafie, Ali. Merintis Fiqh Lingkungan Hidup. Jakarta Selatan: Ufuk Press, 2006.
yahya bin syaraf an nawawi. Syarah Shahih Muslim. Al Azhar: Syarikatul Qudus lin-Nashri wa at-Tawziʿ, 2016.
