Konstruksi Otoritas dan Penguatan Peran Negara dalam Penetapan Awal Bulan Kamariah di Indonesia

  • Siti Tatmainul Qulub Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya
  • Ahmad Munif Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang
Keywords: Awal Bulan Kamariah, Fikih Hisab Rukyat, Otoritas Negara

Abstract

Perbedaan penetapan awal bulan kamariah di Indonesia, terutama pada bulan Ramadan, Syawal, dan Zulhijjah, menunjukkan bahwa otoritas penentuan awal bulan tidak berada pada satu lembaga tunggal yang sepenuhnya menjadi rujukan seluruh umat Islam. Negara melalui Kementerian Agama memang memiliki kewenangan formal dalam menetapkan awal bulan kamariah melalui sidang isbat dan Keputusan Menteri Agama, namun dalam praktiknya masyarakat juga merujuk kepada organisasi keagamaan, pesantren, dan tokoh agama yang memiliki legitimasi keilmuan dan sosial. Berangkat dari fenomena tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi otoritas dalam penetapan awal bulan kamariah di Indonesia, menjelaskan karakter otoritas negara dalam ruang ijtihadiyah, serta merumuskan model penguatan peran negara yang sesuai dengan kondisi masyarakat muslim Indonesia yang plural. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan dengan pendekatan kualitatif melalui studi dokumentasi terhadap literatur fikih hisab rukyat, dokumen sidang isbat, dan berbagai regulasi yang berkaitan dengan penetapan awal bulan kamariah. Data dianalisis secara deskriptif-analitis melalui pendekatan fikih hisab rukyat, sosiologi hukum, dan hukum tata negara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa otoritas penetapan awal bulan kamariah di Indonesia terbentuk melalui hubungan antara aspek keilmuan, kelembagaan, hukum, dan sosial yang berakar pada perbedaan epistemologis dalam fikih hisab rukyat. Perbedaan tersebut melahirkan beragam metode dan sumber otoritas yang menjadikan negara tidak menjadi satu-satunya rujukan dalam penetapan awal bulan kamariah. Dalam konteks ini, otoritas negara lebih tepat dipahami sebagai soft authoriy yang membangun legitimasi melalui dialog, koordinasi, dan penerimaan masyarakat daripada melalui pendekatan pemaksaan hukum. Oleh karena itu, penguatan peran negara tidak perlu diarahkan pada sentralisasi kewenangan secara mutlak, melainkan pada penguatan fungsi koordinatif negara sebagai penghubung berbagai otoritas keagamaan untuk membangun kesepahaman dan penerimaan bersama terhadap penetapan awal bulan kamariah di Indonesia.

References

Al-Bukhari, Imam Abi Abdillah Muhammad bin Ismail. Sahih Bukhari. Dar Ibnu Katsir, 2002.

Andriana, Fika. “Otoritas Negara dalam Mereformulasi Metode Penentuan Awal Bulan Qamariyah.” Politica: Jurnal Hukum Tata Negara dan Politik Islam 6, no. 1 (2019): 112–43. https://doi.org/10.32505/politica.v6i1.2730.

Arhan, Abdur Rokhim. “Telaah Argumen Metode Hisab dan Rukyat dalam Perspektif Tafsir Kontekstual.” Jurnal Bimas Islam 17, no. 1 (2024): 23–48. https://doi.org/10.37302/jbi.v17i1.1166.

Disantara, Fradhana Putra. “Konsep Pluralisme Hukum Khas Indonesia sebagai Strategi Menghadapi Era Modernisasi Hukum.” Al-Adalah: Jurnal Hukum dan Politik Islam 6, no. 1 (2021): 1–36. https://doi.org/10.35673/ajmpi.v6i1.1129.

Fadholi, Ahmad. “Sidang Isbat, Urgensi dan Dinamikanya.” Asy Syar’iyyah: Jurnal Ilmu Syari’ah dan Perbankan Islam 4, no. 2 (2019): 147–69. https://doi.org/10.32923/asy.v4i2.1000.

Hashim, Muhammad Ridzuan, Raihana Abdul Wahab, Mohd Saiful Anwar Mohd Nawawi, Nazhatulshima Ahmad, dan Muhamad Syazwan Faid. “Under One Maṭla‘: A Case Study of MABIMS Through the Lens of Islamic Jurisprudence and Astronomy.” Jurnal Fiqh 22, no. 2 (2025).

Hijriyati, Muti’ah, dan Karis Lusdiyanto. “Dialektika dalam Reformulasi Kriteria Rukyatul Hilal: dari Rukyah Mutlak Hingga QRNU.” Al-Syakhsiyyah: Journal of Law & Family Studies 6, no. 2 (2024).

Ibrahim, Duski. Al-Qawa`id Al-Fiqhiyah (Kaidah-Kaidah Fiqih). Palembang: Noerfikri, 2019.

Inayah, Aina Ainul. “The Concept of the Single Global Hijri Calendar (KHGT) from the Perspective of the Lembaga Falakiyah of Nahdlatul Ulama Executive Board (LF PBNU).” Al-Afaq: Jurnal Ilmu Falak Dan Astronomi 7, no. 2 (2025).

Izzuddin, Ahmad. Fiqh Hisab Rukyah; Menyatukan NU & Muhammadiyah dalam Penentuan Awal Ramadhan, Idul Fitri, dan Idul Adha. Penerbit Erlangga, 2007.

Keputusan Menteri Agama RI, 1 Ramadhan, Syawal dan Dzulhijjah 1381 H-1440 H / 1962 M – 2019 M. Kementerian Agama RI Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Direktorat Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, 2020.

Khusurur, Misbah. “Perpaduan Hisab dan Rukyat Sebagai Metode Penentuan Awal Bulan Hijriah.” Jurnal Al-Wasith : Jurnal Studi Hukum Islam 5, no. 2 (2020): 150–61. https://doi.org/10.52802/wst.v5i2.76.

Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an Badan Litbang & Diklat Kementerian Agama RI dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Penciptaan Jagat Raya dalam Perspektif Al-Qur’an dan Sains. Lajnah Pentashihah Mushaf Al-Qur’an, 2010.

Marwadi, Mughni Labib, dan Muhammad Fuad Zain. “Reforming the Islamic Calendar and Religious Authority: Dynamics of Hijri Calendar Calculation in Indonesia within Persatuan Islam’s Thought.” Al-Manahij: Jurnal Kajian Hukum Islam, 30 Juni 2025, 149–66. https://doi.org/10.24090/mnh.v19i1.10574.

Miski, Miski. “Membangun Image Indonesia dan Peran Masyarakat Sipil: Studi Terhadap NU dan Muhammadiyah.” IN RIGHT: Jurnal Agama dan Hak Azazi Manusia 10, no. 1 (2022): 89. https://doi.org/10.14421/inright.v10i1.2913.

Mulyadi, Achmad, Siti Musawwamah, Hosen Hosen, dan Mohd. Saiful Anwar Saiful. “Dynamics of Implementing the New MABIMS Criteria on the Hijri Calendar (Takwīm Hijri) By the Indonesian and Malaysian Governments.” Al-’Adalah 22, no. 2 (2025): 381–408. https://doi.org/10.24042/adalah.v222.28543.

Musonif, Ahmad. “The Typology of Authority in Islam (Analysis of the views of the Islamic community In Indonesia about Ulil Amri in the Determination of the Beginning of Hijri Months).” Kontemplasi: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin 8, no. 2 (2020): 253–76. https://doi.org/10.21274/kontem.2020.8.2.253-276.

Nasoha, Ahmad Muhammad Musta’in. “Perbedaan Madzhab dalam Menentukan Awal Bulan Hijriah: Studi Krisis atas Pendekatan Hisab dan Rukyah.” Litera: Jurnal Ilmiah Multidisiplin 2, no. 3 (2025).

Qulub, Siti Tatmainul. Dinamika Penentuan Awal Bulan Hijriah di ASEAN. Malang: Maknawi, 2025.

Qulub, Siti Tatmainul. “Telaah Kritis Putusan Sidang Itsbat Penetapan Awal Bulan Qamariyah Di Indonesia Dalam Perspektif Ushul Fikih.” Al-Ahkam 25, no. 1 (2015): 109–32. https://doi.org/10.21580/ahkam.2015.1.25.196.

Syamsul Anwar. Hisab Awal Bulan Kamariah (Tinjauan Syar‟i Penetapan Awal Ramadan, Syawal, Dan Zulhijah). Yogyakarta: Suara Muhammadiyah, 2012.

Ubaidi, Muh Izzat, dan Muhamad Saleh Sofyan. Otoritas Ulil Amri dalam Penentuan Awal Bulan Kamariah (Kajian Terhadap Pandangan Nahdlatul Wathan). 9, no. 2 (2025).

Wahyu, Cindy. “Agama Dalam Pembentukan Struktur Sosial Masyarakat Sidoarjo.” SOSIOLOGIA : Jurnal Agama dan Masyarakat 3, no. 2 (2025): 85–96. https://doi.org/10.35905/sosiologia.v3i2.11022.

Wahyuningsih, Yuniar, dan Ahmad Roihan Firdiansyah. “Dynamics of the Neo-MABIMS Criteria in Determining the Beginning of the Hijri Month in Indonesia (1443–1446 H).” Al-Hilal: Journal of Islamic Astronomy 7, no. 2 (2025).

Yuniar Wahyuningsih. “Implementasi Kriteria Neo-MABIMS dalam Penentuan 1 Syawal 1443 H di Indonesia.” Azimuth: Journal of Islamic Astronomy 5, no. 1 (2024): 89–105. https://doi.org/10.20414/afaq.v2i1.2302.

Published
2026-06-06
How to Cite
Qulub, S., & Munif, A. (2026). Konstruksi Otoritas dan Penguatan Peran Negara dalam Penetapan Awal Bulan Kamariah di Indonesia. QONUN: Jurnal Hukum Islam Dan Perundang-Undangan, 10(1), 647-676. https://doi.org/10.21093/qj.v10i1.13145
Section
Articles